Exercise

Dampak Terlalu Lama Duduk Bagi Kesehatan

Bekerja di depan laptop, berkendara, makan, lalu kembali duduk saat menonton di rumah. Tanpa disadari, sebagian besar waktu dalam sehari bisa dihabiskan tanpa banyak bergerak. Olahraga rutin memang penting, tetapi tubuh tetap membutuhkan aktivitas sederhana di sela-sela waktu duduk.
Image 01 / 05.

Duduk merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari yang sulit dihindari, terutama bagi mereka yang banyak bekerja di depan komputer. Masalahnya muncul ketika posisi ini berlangsung selama berjam-jam tanpa diselingi gerakan lainnya.

Ketika tubuh terlalu lama diam, otot kaki, bokong, dan bagian inti tubuh lainnya tidak banyak digunakan. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat membuat leher, bahu, pinggul, dan punggung terasa kaku. Otot-otot pada area tersebut juga dapat menjadi kurang kuat karena jarang digunakan untuk menopang dan menggerakkan tubuh.

Kebiasaan duduk dalam waktu lama erat kaitannya dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, hingga diabetes tipe 2. Meski begitu, duduk terlalu lama bukanlah satu-satunya penyebab munculnya penyakit tersebut. Risiko sesungguhnya terbentuk dari kombinasi berbagai faktor, seperti tingkat aktivitas fisik, pola makan, kualitas tidur, usia, kebiasaan merokok, hingga kondisi kesehatan masing-masing individu.

Olahraga Saja Tidak Cukup

Olahraga tetap penting untuk menjaga kebugaran dan membantu mengurangi risiko kesehatan yang berkaitan dengan gaya hidup sedentari. Pilihannya beragam, mulai dari jalan cepat, bersepeda, berenang, dan latihan kekuatan, hingga aktivitas lain yang sesuai dengan minat serta rutinitas.

WHO merekomendasikan aktivitas aerobik berintensitas sedang selama 150–300 menit per minggu atau aktivitas berintensitas berat selama 75–150 menit per minggu. Latihan penguatan otot juga dianjurkan setidaknya dua kali dalam seminggu.

Namun, aktivitas fisik tidak hanya dilakukan saat berolahraga. Jika sebagian besar hari dihabiskan dengan duduk, tubuh tetap perlu bergerak di sela-sela aktivitas. Berdiri saat menerima telepon, berjalan singkat setelah makan, menggunakan tangga, melakukan peregangan, atau bangun dari kursi secara berkala dapat membantu mengurangi waktu duduk.

Tubuh tidak perlu terus bergerak sepanjang hari untuk tetap sehat. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan antara waktu duduk, olahraga teratur, dan kebiasaan sederhana untuk lebih aktif dalam keseharian. Mulai dari berjalan sebentar, memilih tangga, hingga menyempatkan diri berdiri dan melakukan peregangan di sela aktivitas, setiap gerakan tetap berarti bagi tubuh.

Tags
The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.