Exercise

Aman Berolahraga saat Menstruasi

Olahraga saat menstruasi masih sering menjadi perdebatan. Tidak sedikit perempuan yang memilih berhenti berolahraga karena khawatir kondisi tubuh akan semakin tidak nyaman.
Image 01 / 05.

Menstruasi sering membuat tubuh terasa lebih lemas, mudah lelah ataupun mengalami kram perut. Tidak heran jika banyak perempuan yang memilih beristirahat dan menghentikan rutinitas selama beberapa hari. 

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Selama kondisi tubuh memungkinkan, olahraga tetap aman dilakukan saat menstruasi. Bahkan, aktivitas fisik dapat membantu meredakan beberapa keluhan, seperti kram, suasana hati yang kurang baik, hingga tubuh yang terasa pegal. 

Setiap perempuan dapat merasakan kondisi yang berbeda selama menstruasi. Ada yang tetap memiliki energi untuk berolahraga, tetapi ada juga yang lebih mudah lelah atau merasa tidak nyaman. Karena itu, jenis dan intensitas olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh, tanpa perlu memaksakan diri. 

Manfaat Olahraga Saat Menstruasi

Olahraga ringan hingga sedang dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman selama menstruasi. Aktivitas fisik merangsang pelepasan endorfin, yaitu hormon yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri sekaligus memperbaiki suasana hati.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga aerobik dan yoga dapat membantu meredakan kram menstruasi. Selain itu, tubuh dapat terasa lebih segar dan kualitas tidur pun berpotensi menjadi lebih baik.

Dengan kata lain, tetap aktif bergerak selama menstruasi tidak hanya aman, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.

Saat menstruasi, pilihlah olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki, yoga, peregangan, bersepeda santai, atau kardio ringan. Jika tubuh terasa sangat lelah, pusing, atau nyeri semakin berat, sebaiknya kurangi intensitas latihan atau beristirahat terlebih dahulu.

Selain memilih jenis olahraga yang tepat, pastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi. Minum air yang cukup sebelum, selama, dan setelah berolahraga dapat membantu mencegah dehidrasi. Jika perdarahan menstruasi cukup banyak, jangan lupa memenuhi kebutuhan zat besi melalui makanan bergizi agar tubuh tidak mudah lemas.

Kenyamanan selama berolahraga juga tidak kalah penting. Gunakan pakaian yang menyerap keringat dan pilih produk menstruasi yang sesuai, seperti pembalut, tampon, atau menstrual cup, agar tetap nyaman saat bergerak. Setelah selesai berolahraga, segera ganti produk menstruasi dan jaga kebersihan area intim.

Kapan Sebaiknya Menunda Olahraga?

Meskipun olahraga saat menstruasi umumnya aman, ada beberapa kondisi yang membuat aktivitas ini sebaiknya ditunda. Misalnya, ketika mengalami perdarahan yang sangat banyak, nyeri yang tidak biasa, pusing berat, atau tubuh terasa sangat lemas.

Olahraga dengan intensitas sangat tinggi secara terus-menerus juga perlu dihindari. Pada sebagian perempuan, kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan mengganggu siklus menstruasi.

Jika keluhan saat menstruasi terasa sangat berat atau terus berulang setiap bulan, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Yang terpenting adalah memilih olahraga yang sesuai, menjaga asupan cairan dan nutrisi, serta tidak memaksakan diri ketika tubuh membutuhkan istirahat. Dengan cara tersebut, menstruasi tetap dapat dilalui dengan lebih nyaman tanpa harus menghentikan kebiasaan berolahraga.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.