Stres Bisa Memicu Sariawan, Ini Penjelasannya

Kondisi tubuh kerap dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari, termasuk bagaimana seseorang mengelola stres dan memenuhi kebutuhan istirahat. Ketika aktivitas padat dan waktu tidur berkurang, tubuh bisa menunjukkan berbagai respons yang mengganggu kenyamanan, salah satunya sariawan.
Luka kecil di dalam mulut ini dapat terasa perih ketika bersentuhan dengan makanan atau minuman. Meski kerap dianggap sebagai keluhan ringan, sariawan yang muncul berulang kali bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Dilansir dari TIME, stres dan kurang tidur termasuk faktor yang berkaitan dengan kemunculan sariawan.
Hubungan Stres dengan Sariawan
dr. Alessandro Villa, kepala bidang kedokteran mulut dan onkologi mulut, menjelaskan bahwa stres dapat menjadi pemicu sariawan pada sebagian orang. Stres mengaktifkan respons sistem kekebalan tubuh, sementara aktivitas sistem ini turut berkaitan dengan munculnya luka di dalam mulut.
Sariawan atau canker sore biasanya berupa luka kecil yang muncul di bagian dalam bibir, pipi, atau area lain di dalam mulut. Luka tersebut dapat terasa perih, terutama ketika bersentuhan dengan makanan atau minuman.
Pada sebagian orang, sariawan dapat muncul berulang kali ketika sedang menghadapi tekanan. Karena itu, memperhatikan pola kemunculannya dapat membantu mengenali apakah stres menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan keluhan tersebut.
Kurang Tidur Juga Bisa Berpengaruh
Selain stres, kurang tidur juga berkaitan dengan kemunculan sariawan. Artikel TIME menjelaskan bahwa kekurangan waktu istirahat dapat menjadi tantangan bagi sistem kekebalan tubuh dan berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap kondisi ini pada sebagian orang.
Stres dan kurang tidur kerap terjadi bersamaan. Ketika pekerjaan menumpuk atau pikiran sulit beristirahat, waktu tidur bisa ikut berkurang. Kombinasi keduanya dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sering mengalami sariawan berulang.
Di luar itu, sariawan juga dapat muncul setelah bagian dalam pipi tidak sengaja tergigit. Makanan bertekstur kasar, pedas, atau asam pun bisa memperparah rasa perih pada luka yang sudah ada. Pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS), bahan pembentuk busa, juga dapat mengiritasi lapisan pelindung mulut pada orang yang rentan mengalami sariawan.
Cara Mengurangi Risiko Sariawan Berulang
Jika sariawan sering muncul ketika sedang banyak pikiran atau kurang tidur, menjaga pola istirahat dan mengelola stres bisa menjadi langkah awal. Usahakan memiliki jadwal tidur yang teratur dan menyisihkan waktu untuk beristirahat di sela aktivitas.
Kebersihan mulut juga perlu dijaga dengan menyikat gigi secara lembut dan teratur. Hindari kebiasaan menggigit bagian dalam pipi serta perhatikan makanan yang terasa mengiritasi mulut. Mencatat kapan sariawan muncul dan kebiasaan yang dilakukan sebelumnya juga dapat membantu mengenali pola pemicunya.
Sariawan ringan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga sekitar dua minggu. Untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman, berkumur dengan air garam hangat bisa menjadi salah satu pilihan. Hindari makanan yang membuat luka terasa semakin perih selama proses pemulihan.
Namun, jika sariawan sering kambuh, berukuran besar, terasa sangat menyakitkan, atau tidak kunjung sembuh, sebaiknya periksakan diri ke dokter gigi atau dokter. Keluhan yang berulang atau berlangsung lama perlu dievaluasi untuk melihat apakah ada kondisi lain yang memerlukan penanganan.
Stres dan kurang tidur merupakan dua faktor yang patut diperhatikan, terutama jika sariawan kerap muncul saat aktivitas sedang padat. Menjaga waktu istirahat, mengelola tekanan sehari-hari, dan memperhatikan kesehatan mulut dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko sariawan berulang.



