Dental

Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Gigi

Menyikat gigi dua kali sehari memang penting. Namun, beberapa kebiasaan kecil yang sering dilakukan tanpa sadar juga bisa membuat gigi lebih mudah rusak atau sensitif.
Image 01 / 05.

Menjaga kesehatan gigi tidak berhenti pada menyikat gigi setiap pagi dan malam. Kebiasaan sehari-hari juga punya pengaruh. Sayangnya, beberapa di antaranya justru sering dilakukan tanpa berpikir panjang, seperti menggigit es, membuka kemasan dengan gigi, atau menyikat gigi terlalu kuat.

Dilansir dari Real Simple, dokter gigi membagikan beberapa kebiasaan yang sebaiknya mulai dikurangi untuk menjaga gigi dan gusi tetap sehat.

Menggigit Benda Keras

Mengunyah es, menggigit kuku, atau menggigit tutup pulpen bisa memberi tekanan berlebih pada gigi. Hal yang sama berlaku ketika gigi digunakan untuk membuka botol, merobek plastik, atau membuka kemasan.

Kebiasaan tersebut dapat membuat gigi retak atau patah. Sebaiknya gunakan alat yang memang sesuai, seperti gunting atau pembuka botol.

Sering Bernapas lewat Mulut

Bernapas melalui mulut, terutama saat tidur, dapat membuat area tersebut menjadi lebih kering. Padahal, air liur membantu menjaga kelembapan mulut sekaligus melindungi gigi dari berbagai masalah.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gigi berlubang dan masalah pada gusi. Jika sering tidur dengan mulut terbuka atau mengalami hidung tersumbat, sebaiknya cari tahu penyebabnya agar bisa ditangani dengan tepat.

Kebiasaan Ngemil Sepanjang Hari

Bukan hanya makanan manis yang perlu diperhatikan. Seberapa sering makan juga berpengaruh pada kesehatan gigi.

Saat makan, terutama makanan yang mengandung gula dan karbohidrat, bakteri di dalam mulut dapat menghasilkan asam yang menyerang enamel. Kebiasaan ngemil terus-menerus membuat gigi tidak memiliki banyak waktu untuk pulih dari paparan asam tersebut.

Menggemeretakkan Gigi

Sebagian orang tidak sadar kalau mereka sering mengatupkan atau menggemeretakkan gigi, terutama saat tidur. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini bisa membuat permukaan gigi terkikis dan menyebabkan gigi menjadi sensitif.

Tekanan pada gigi juga dapat membuat rahang terasa pegal atau sakit. Jika sering terbangun dengan rahang terasa tidak nyaman, sebaiknya periksakan ke dokter gigi.

Perhatikan Tekanan dan Waktu Menyikat Gigi

Menyikat gigi terlalu keras dapat mengikis enamel dan membuat gigi sensitif. Setelah makan, terutama makanan atau minuman asam, tunggu sekitar 30 menit sebelum menyikat gigi agar enamel tidak semakin rentan.

Menyikat gigi dengan kuat tidak membuatnya lebih bersih. Tekanan berlebihan justru dapat mengikis enamel dan membuat gigi lebih sensitif.

Waktu menyikat gigi juga perlu diperhatikan, terutama setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam. Kondisi tersebut dapat membuat enamel lebih rentan untuk sementara. Sebaiknya tunggu sekitar 30 menit sebelum menyikat gigi.

Selain menghindari kebiasaan tersebut, jangan lupa membersihkan sela-sela gigi karena sikat gigi tidak dapat menjangkau seluruh permukaannya. Dental floss dapat digunakan untuk membantu mengangkat plak dan sisa makanan yang tertinggal. 

Menjaga gigi tetap sehat sebenarnya tidak rumit. Selain menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, luangkan waktu untuk membersihkan sela-sela gigi dan hindari kebiasaan yang bisa memberikan tekanan berlebihan pada gigi.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.