Dental

Perubahan Hormon Pengaruhi Kesehatan Gigi dan Gusi

Perubahan hormon sepanjang kehidupan perempuan dapat memengaruhi kondisi gusi dan rongga mulut, mulai dari pubertas hingga menopause. Keluhannya pun bisa berbeda di setiap fase, termasuk gusi yang lebih sensitif, mudah berdarah, hingga sariawan.
Image 01 / 05.

Perubahan hormon tidak hanya memengaruhi tubuh dan suasana hati, tetapi juga dapat terlihat dari kondisi rongga mulut. Estrogen dan progesteron berubah sepanjang kehidupan, dan perubahan tersebut dapat membuat jaringan gusi lebih sensitif terhadap plak.

Menurut drg. Karyn Kahn, dokter gigi dari Cleveland Clinic, hormon tersebut dapat meningkatkan aliran darah ke jaringan gusi sekaligus memengaruhi respons tubuh terhadap plak. Akibatnya, gusi bisa lebih mudah mengalami peradangan pada waktu-waktu tertentu.

Saat Pubertas

Perubahan ini dapat mulai terasa sejak masa pubertas, ketika kadar hormon meningkat. Aliran darah ke jaringan gusi ikut bertambah sehingga gusi bisa terlihat lebih merah, bengkak, atau mudah berdarah saat menyikat gigi dan membersihkan sela gigi.

Pada fase ini, menjaga kebersihan mulut menjadi penting karena plak dapat memperburuk peradangan yang sudah dipengaruhi oleh perubahan hormon.

Menjelang dan Saat Menstruasi

Perubahan hormon menjelang menstruasi juga dapat memengaruhi kondisi mulut. Kadar progesteron yang meningkat dapat membuat gusi terasa lebih sensitif, bengkak, atau mudah berdarah. Keluhan ini biasanya bersifat sementara dan dapat membaik setelah menstruasi dimulai.

Selain perubahan pada gusi, sebagian perempuan juga lebih sering mengalami sariawan di sekitar waktu menstruasi. Sariawan biasanya berupa luka kecil yang terasa perih pada bagian dalam bibir, pipi, lidah, atau gusi.

Hubungan antara menstruasi dan sariawan belum sepenuhnya dipahami, tetapi perubahan hormon diduga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi munculnya keluhan tersebut. Kondisi lain seperti stres, kurang tidur, luka pada mulut, atau kekurangan zat gizi tertentu juga dapat memicu sariawan.

Karena penyebabnya bisa beragam, sariawan yang muncul sesekali tidak selalu berkaitan dengan siklus menstruasi. Biasanya, luka akan membaik sendiri dalam beberapa hari. Namun, jika sariawan sering muncul, sangat nyeri, berjumlah banyak, atau tidak kunjung sembuh, sebaiknya diperiksakan ke dokter gigi.

Kontrasepsi Hormonal dan Selama Kehamilan

Perubahan kadar hormon akibat kontrasepsi tertentu juga dapat memengaruhi jaringan gusi. Pada sebagian orang, kondisi ini bisa membuat gusi lebih mudah mengalami peradangan akibat plak.

Perubahan hormon juga dapat berkaitan dengan keluhan pada sendi rahang atau temporomandibular joint (TMJ), seperti nyeri rahang atau bunyi klik saat mengunyah.

Selain penggunaan alat kontrasepsi, saat hamil pun perubahan hormon menjadi lebih besar. Peningkatan progesteron dan estrogen dapat membuat gusi lebih rentan mengalami pregnancy gingivitis, yaitu peradangan yang ditandai dengan gusi merah, bengkak, dan mudah berdarah.

Karena itu, kebersihan gigi dan gusi perlu lebih diperhatikan selama kehamilan. Menyikat gigi secara rutin dan membersihkan sela gigi dapat membantu mengurangi penumpukan plak.

Memasuki Masa Menopause

Setelah menopause, penurunan kadar estrogen membawa perubahan yang berbeda. Salah satu keluhan yang dapat muncul adalah mulut kering karena produksi air liur berkurang. Kondisi ini dapat membuat mulut terasa tidak nyaman dan meningkatkan risiko bau mulut serta penumpukan plak.

Sebagian perempuan juga mengalami sensasi terbakar di dalam mulut atau perubahan pada kemampuan mengecap rasa. Penurunan estrogen juga berkaitan dengan perubahan kepadatan tulang, termasuk tulang yang menopang gigi, sehingga kesehatan gigi dan gusi tetap perlu diperhatikan.

Meski perubahan hormon merupakan bagian alami dari kehidupan, kesehatan rongga mulut tetap bisa dijaga dengan kebiasaan dasar. Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, membersihkan sela gigi setiap hari, dan melakukan pemeriksaan rutin dapat membantu menjaga kondisi gigi dan gusi.

Jika gusi sering berdarah, sariawan berulang, mulut terasa sangat kering, atau muncul keluhan yang tidak biasa, sebaiknya periksa ke dokter gigi. Dengan begitu, penyebabnya dapat diketahui dan keluhan tidak langsung dianggap sebagai akibat perubahan hormon.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.