Wellness

Pengaruh Cahaya Malam terhadap Jam Biologis Tubuh

Paparan cahaya pada malam hari sering dianggap tidak berbahaya. Padahal, cahaya dari lampu kamar atau layar gawai dapat mengirimkan sinyal yang keliru ke otak sehingga tubuh mengira hari masih siang. Akibatnya, jam biologis dapat terganggu dan kualitas tidur pun ikut menurun.
Image 01 / 05.

Tubuh memiliki jam internal yang disebut ritme sirkadian. Sistem ini berperan mengatur berbagai fungsi tubuh, mulai dari waktu tidur dan bangun, rasa lapar, suhu tubuh, hingga tingkat kewaspadaan sepanjang hari.

Ritme sirkadian sangat dipengaruhi oleh cahaya. Ketika mata menerima paparan cahaya pada malam hari, tubuh dapat menunda proses alami untuk beristirahat karena otak belum mengenali bahwa sudah waktunya tidur.

Ketika Ritme Tubuh Berubah

Pengaruh cahaya terhadap jam biologis terjadi melalui bagian otak yang disebut suprachiasmatic nucleus (SCN). Bagian ini menerima sinyal cahaya langsung dari retina mata, lalu mengatur ritme sirkadian agar selaras dengan siklus siang dan malam.

Saat cahaya terdeteksi pada malam hari, produksi melatonin akan menurun. Melatonin merupakan hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk dan bersiap untuk tidur.

Jika paparan cahaya terus terjadi pada waktu yang seharusnya gelap, rasa kantuk dapat tertunda. Kondisi ini membuat jadwal tidur bergeser dan ritme alami tubuh menjadi kurang selaras.

Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Gangguan ritme sirkadian tidak hanya memengaruhi kualitas tidur. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon, suhu tubuh, metabolisme, hingga proses biologis lain yang berperan dalam menjaga kesehatan.

Karena itu, kebiasaan tidur dengan lampu menyala atau terlalu lama menggunakan ponsel sebelum tidur sering dikaitkan dengan kualitas tidur yang kurang baik dan tubuh yang tidak terasa segar saat bangun di pagi hari.

Sebaliknya, paparan cahaya matahari pada pagi hari membantu mengatur ulang jam biologis sehingga ritme tubuh kembali selaras dengan siklus alami siang dan malam. Sementara itu, mengurangi paparan cahaya terang menjelang waktu tidur dapat membantu produksi melatonin berlangsung secara optimal.

Menjaga paparan cahaya pada waktu yang tepat merupakan salah satu cara sederhana untuk mendukung ritme sirkadian tetap stabil. Dengan begitu, kualitas tidur dapat terjaga dan tubuh memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat serta memulihkan diri.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.