Wellness

Kopi, Kafein, dan Kaitannya dengan Kesehatan

Selain dapat meningkatkan kewaspadaan, konsumsi kopi dalam batas wajar juga berhubungan dengan fungsi kognitif yang lebih baik serta kemungkinan penurunan kognitif yang lebih rendah. Meski demikian, hal ini tidak berarti kopi dapat secara pasti mencegah demensia.
Image 01 / 05.

Bagi banyak orang, kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Secangkir kopi di pagi hari kerap diandalkan untuk membantu tubuh lebih siap beraktivitas. Di balik efek tersebut, sejumlah penelitian juga mulai melihat kaitan antara konsumsi kopi dan kesehatan otak, mulai dari fokus dan kewaspadaan hingga fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Salah satu komponen utama kopi adalah kafein. Senyawa ini bekerja dengan menghambat adenosin, zat kimia di otak yang berperan dalam menimbulkan rasa kantuk. Karena itu, kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan perhatian, terutama ketika seseorang membutuhkan konsentrasi untuk bekerja atau belajar.

Dari Kewaspadaan hingga Fungsi Kognitif

Selain kafein, kopi juga mengandung polifenol dan senyawa antioksidan yang tengah diteliti karena potensinya dalam membantu melawan stres oksidatif dan proses peradangan yang berkaitan dengan penuaan sel.

Dilansir dari EatingWell, sejumlah penelitian jangka panjang juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi kopi memiliki risiko gangguan kognitif yang lebih rendah. Salah satunya melibatkan lebih dari 130.000 orang yang diikuti hingga 43 tahun. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa orang yang minum kopi dalam jumlah sedang, sekitar dua hingga tiga cangkir per hari, memiliki risiko demensia yang lebih rendah. 

Meski hasil penelitian tersebut menarik, bukan berarti minum kopi dapat mencegah demensia. Temuan ini tetap perlu dilihat bersama berbagai faktor lain yang juga berperan dalam menjaga kesehatan otak, seperti pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan gaya hidup sehari-hari. 

Menjaga Konsumsi Tetap Seimbang

Kafein dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan gelisah, jantung berdebar, dan kecemasan. Efeknya juga bisa terasa pada malam hari karena membuat tidur menjadi lebih sulit atau kurang nyenyak.

Padahal, tidur yang cukup penting untuk kesehatan otak dan fungsi memori. Karena itu, sebaiknya hindari minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur dan sesuaikan jumlahnya dengan respons tubuh.

Cara penyajiannya juga perlu diperhatikan. Kopi hitam atau dengan sedikit susu bisa menjadi pilihan yang lebih sederhana dibandingkan minuman yang dipenuhi sirup, gula, krimer manis, atau topping tinggi kalori.

Secangkir kopi bisa menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari sekaligus menemani gaya hidup sehat. Namun, menjaga kesehatan otak tentu tidak cukup hanya dengan minum kopi. Tidur yang cukup, rutin bergerak, mengonsumsi makanan bergizi, tetap aktif bersosialisasi, dan memberikan stimulasi pada otak juga penting untuk dilakukan dalam keseharian. 

Tags
The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.