Wellness

Mengusir Kantuk Setelah Makan Siang

Rasa lelah setelah makan siang sering membuat konsentrasi ikut menurun. Secangkir kopi bisa membantu mengembalikan kewaspadaan, tetapi ada beberapa kebiasaan sederhana yang juga berperan dalam menjaga energi hingga sore.
Image 01 / 05.

Memasuki jam setelah makan siang, rasanya energi bisa tiba-tiba menurun. Mata mulai berat, konsentrasi berkurang, dan pekerjaan yang sebelumnya terasa ringan mendadak membutuhkan usaha lebih besar.

Kondisi ini sering disebut afternoon slump, dan memang umum terjadi oleh siapa saja. Kurang tidur, pilihan makanan, hingga kurang minum sepanjang hari bisa ikut membuat tubuh terasa lebih lelah.

Untuk kondisi yang hanya sesekali terjadi, secangkir kopi setelah makan siang bisa menjadi salah satu cara untuk membantu kembali fokus. Namun, kafein sebaiknya bukan satu-satunya andalan.

Kopi Bisa Membantu, Asalkan Tidak Terlalu Sore

Kopi mengandung kafein yang bekerja dengan menghambat reseptor adenosin di otak. Adenosin merupakan senyawa yang berhubungan dengan rasa kantuk, sehingga ketika efeknya dihambat, tubuh bisa terasa lebih terjaga dan pikiran lebih fokus.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan fungsi kognitif, terutama ketika seseorang membutuhkan konsentrasi untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan energi mental.

Meski begitu, waktu minum kopi tetap perlu diperhatikan. Pada kebanyakan orang dewasa sehat, tubuh membutuhkan sekitar lima hingga enam jam untuk mengurangi setengah kadar kafein. Karena itu, minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat tidur lebih sulit atau kurang nyenyak.

Menurut EatingWell, kopi setelah makan siang sebaiknya diminum pada awal sore, sekitar pukul 13.00 hingga 15.00. Setelah itu, sebaiknya hindari minum kopi lagi agar waktu tidur tidak terganggu. Satu cangkir kopi atau sekitar 100 mg kafein umumnya masih aman bagi kebanyakan orang, meski efeknya tetap bisa berbeda pada setiap orang.

Cara Lain Agar Tetap Terjaga

Kalau rasa lelah setelah makan siang terus muncul, mungkin sudah waktunya melihat kebiasaan yang dilakukan sepanjang hari, bukan hanya mencari minuman yang bisa membuat mata kembali melek.

Salah satu yang paling sederhana adalah memastikan tubuh cukup mendapatkan cairan. Kurang minum dapat membuat tubuh terasa lelah dan kepala terasa kurang fokus. Karena itu, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga hidrasi sepanjang hari. Kopi memang tetap menyumbang asupan cairan, tetapi bukan berarti bisa menggantikan kebutuhan minum air putih.

Makan siang juga punya peran penting. Menu yang hanya didominasi karbohidrat sederhana mungkin membuat energi terasa cepat naik, tetapi tidak selalu bertahan lama. Sebaliknya, kombinasi protein, karbohidrat tinggi serat, sayur atau buah, serta lemak sehat dapat membantu menyediakan energi yang lebih stabil sepanjang hari.

Setelah makan, tidak perlu langsung kembali duduk di depan laptop. Berjalan kaki sekitar 10 menit dengan langkah cukup cepat bisa menjadi cara sederhana untuk membuat tubuh kembali aktif. Paparan udara dan cahaya di luar ruangan pada siang hari juga dapat membantu meningkatkan rasa terjaga sekaligus mendukung pola tidur yang lebih baik.

Jadi, ketika rasa kantuk mulai datang setelah makan siang, kopi memang bisa menjadi salah satu pilihan. Namun, energi yang lebih stabil sepanjang sore sebenarnya tidak hanya bergantung pada kafein.

Cukup minum, makan siang dengan komposisi yang seimbang, menyempatkan diri bergerak, dan memperhatikan waktu minum kopi justru menjadi kebiasaan yang lebih penting untuk menjaga tubuh tetap bertenaga hingga penghujung hari.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.