Aesthetic

Neurotoxin di Usia Dewasa, Dosis dan Penempatan Jadi Kunci

Seiring bertambahnya usia, perubahan pada kulit, otot, dan struktur wajah membuat penggunaan neurotoxin tidak bisa disamakan dengan saat masih muda. Penempatan dan dosis yang tepat menjadi kunci untuk mendapatkan hasil yang tetap natural.
Image 01 / 05.

Perawatan dengan neurotoxin seperti Botox, Dysport, atau Xeomin telah lama digunakan untuk membantu mengurangi tampilan kerutan akibat gerakan otot wajah. Namun, kebutuhan wajah tidak selalu sama sepanjang usia.

Memasuki usia matang, kulit mulai kehilangan elastisitas dan menjadi lebih tipis, sementara kekuatan serta posisi otot wajah juga dapat berubah. Kondisi tersebut membuat teknik yang sebelumnya memberikan hasil baik belum tentu memberikan hasil yang sama beberapa tahun kemudian.

Karena itu, penggunaan neurotoxin pada kulit matang membutuhkan pendekatan yang lebih personal. Alih-alih berusaha menghilangkan setiap garis wajah, dokter perlu mempertimbangkan perubahan anatomi dan mempertahankan keseimbangan gerakan wajah.

Dosis Lebih Sedikit, Hasil Lebih Natural

Pada kulit matang, penggunaan neurotoxin bukan berarti semakin banyak semakin baik. Justru, dosis yang terlalu tinggi pada area tertentu dapat membuat wajah terlihat berat atau ekspresinya menjadi kurang natural.

Salah satu area yang membutuhkan perhatian lebih adalah dahi. Otot frontalis di area ini berperan dalam mengangkat alis. Jika terlalu banyak dilemaskan, posisi alis justru dapat turun dan membuat kelopak mata terlihat lebih berat.

Hal tersebut dijelaskan oleh dr. Jennifer Segal, dermatolog asal Houston, yang dilansir dari NewBeauty. Ia mengatakan, “Neurotoksin dapat membantu mengangkat alis dan membuat mata terlihat lebih terbuka. Namun, jika digunakan terlalu banyak di area dahi, alis justru bisa turun dan kelopak mata terlihat semakin berat.”

Area sekitar mata juga perlu ditangani dengan hati-hati. Menurutnya, penggunaan neurotoxin yang terlalu agresif untuk menghilangkan crow's feet dapat mengubah ekspresi senyum sehingga wajah justru terlihat kurang alami. Pada pasien dengan kulit matang, ia cenderung menggunakan dosis yang lebih rendah dengan frekuensi perawatan yang disesuaikan.

Pendekatan tersebut bukan berarti kerutan harus dibiarkan sepenuhnya. Tujuannya adalah menemukan keseimbangan antara menghaluskan garis yang mengganggu dan mempertahankan gerakan wajah yang membuat ekspresi tetap hidup.

Area Perawatan Tidak Berhenti di Dahi

Salah satu area yang masih memberikan hasil baik pada berbagai kelompok usia adalah glabella, yaitu area di antara kedua alis. Namun, perawatan pada bagian dahi dan alis membutuhkan keahlian lebih karena perubahan struktur wajah dapat memengaruhi hasil akhirnya.

Pada usia yang lebih dewasa, perhatian juga dapat diarahkan ke bagian bawah wajah dan leher. Beberapa dokter yang dikutip NewBeauty melihat hasil yang baik pada platysma bands, yaitu garis atau pita otot yang semakin terlihat di leher seiring bertambahnya usia.

Penggunaan neurotoxin di area tersebut, termasuk sepanjang garis rahang, dapat membantu mengurangi tarikan otot ke bawah sehingga wajah tampak lebih kencang secara alami. Dokter juga dapat menyuntikkannya pada otot depressor anguli oris (DAO), yaitu otot di sekitar sudut mulut, untuk membantu menciptakan tampilan wajah yang lebih rileks.

Meski begitu, neurotoxin memiliki fungsi yang spesifik. Perawatan ini bekerja dengan merelaksasi aktivitas otot sehingga efektif untuk kerutan yang muncul akibat ekspresi. Sementara itu, kulit kendur dan kehilangan volume membutuhkan pendekatan yang berbeda dan mungkin memerlukan kombinasi dengan prosedur lain.

Hindari Menghilangkan Semua Kerutan

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah mencoba menghilangkan setiap garis pada wajah. Pada wajah yang mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan, pendekatan seperti ini justru dapat membuat hasil terlihat kaku.

Mempertahankan sebagian gerakan dan garis wajah dapat membuat hasil akhir terlihat lebih natural. Tujuan perawatan bukan mengubah wajah menjadi tanpa kerutan, melainkan membuatnya terlihat lebih segar tanpa kehilangan ekspresi.

Karena perubahan kulit dan otot terus berlangsung seiring waktu, dosis serta area penyuntikan juga dapat perlu disesuaikan pada setiap sesi. Inilah alasan mengapa pengalaman dokter dalam memahami anatomi wajah menjadi bagian penting dari perawatan.

Penggunaan neurotoxin untuk kulit matang bukan tentang melakukan lebih banyak tindakan, melainkan memahami bagian mana yang perlu ditangani dan bagian mana yang sebaiknya tetap dibiarkan bergerak. Pendekatan yang terukur dapat membantu mempertahankan hasil yang lebih natural sekaligus menyesuaikan perawatan dengan perubahan wajah dari waktu ke waktu.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.