Wellness

Menopause Dini dan Hal yang Perlu Diwaspadai

Menopause umumnya terjadi pada usia 45 hingga 55 tahun. Namun, sebagian perempuan dapat mengalaminya lebih awal karena dipengaruhi berbagai faktor, seperti genetik, gaya hidup hingga kondisi kesehatan tertentu.
Image 01 / 05.

Belakangan ini muncul anggapan bahwa usia menopause semakin muda. Kondisi tersebut membuat banyak perempuan mulai khawatir akan mengalami menopause lebih cepat dari yang diperkirakan. 

Meskipun demikan, setiap perempuan memiliki usia menopause yang berbeda. Selain dipengaruhi faktor keturunan, usia menopause juga bisa berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan. Karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi waktu terjadinya menopause. 

Penyebab yang Memengaruhi Usia Menopause 

Menopause yang terjadi sebelum usia 45 tahun dikenal sebagai menopause dini, sedangkan menopause sebelum usia 40 tahun disebut menopause prematur. Kondisi ini memang tidak dialami oleh semua perempuan, tetapi risikonya dapat meningkat pada orang dengan faktor tertentu.

Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah riwayat keluarga. Perempuan yang memiliki ibu atau saudara perempuan dengan menopause dini cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami kondisi serupa.

Selain itu, kebiasaan merokok juga diketahui dapat mempercepat terjadinya menopause. Faktor lain, seperti kondisi sosial ekonomi, pola makan yang kurang sehat, paparan polusi, serta konsumsi alkohol berlebihan, juga dapat memengaruhi usia menopause pada sebagian perempuan.

Kondisi medis tertentu turut berperan, misalnya penyakit autoimun, infeksi HIV yang tidak terkontrol, atau kelainan kromosom, seperti sindrom Turner. Pada beberapa kasus, kondisi tersebut dapat menyebabkan fungsi ovarium berhenti lebih cepat dari seharusnya

Kenali Dampaknya dan Kapan Harus ke Dokter

Menopause yang terjadi lebih awal bukan hanya memengaruhi kesuburan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. Perempuan yang mengalami menopause dini memiliki risiko lebih tinggi mengalami osteoporosis, penyakit kardiovaskular, gangguan suasana hati, penurunan fungsi kognitif, hingga kesulitan untuk hamil.

Karena itu, penting untuk mengenali gejalanya sejak dini. Menstruasi yang mulai tidak teratur, hot flashes, kekeringan pada vagina, atau perubahan suasana hati sebelum usia 45 tahun sebaiknya tidak diabaikan.

Jika mengalami keluhan tersebut, konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan penanganan yang sesuai bisa segera diberikan. Pada kondisi tertentu, terapi hormon atau penanganan lain dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi gejala sekaligus menurunkan risiko komplikasi jangka panjang.

Sehingga anggapan bahwa usia menopause semakin muda tidak sepenuhnya tepat. Meski kasus menopause dini memang ditemukan pada sebagian perempuan dan dilaporkan meningkat di beberapa wilayah, usia rata-rata menopause secara umum masih berada pada kisaran yang sama. Yang terpenting adalah mengenali faktor risikonya dan tidak ragu memeriksakan diri jika gejala muncul lebih awal dari yang seharusnya.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.