Mengunyah Permen Karet, Benarkah Baik untuk Gigi?

Permen karet sering dikunyah untuk menyegarkan napas, menghilangkan rasa tidak nyaman setelah makan, atau sekadar mengisi waktu. Kebiasaan ini terlihat sederhana, tetapi jenis permen karet dan seberapa sering kita mengunyahnya ternyata perlu diperhatikan.
Menurut dokter gigi kosmetik Catrise Austin, DDS, yang dilansir Real Simple, permen karet dapat membantu menjaga kesehatan mulut jika dikunyah dengan cara yang tepat.
Membantu Membersihkan Mulut Setelah Makan
Saat mengunyah permen karet, produksi air liur di dalam mulut akan meningkat. Setelah makan, air liur tambahan ini membantu membersihkan sisa makanan sekaligus mengurangi asam di dalam mulut. Asam tersebut dapat merusak gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang.
Karena itu, dokter gigi menyarankan memilih permen karet bebas gula, terutama yang mengandung xylitol. Pemanis ini tidak menambahkan gula yang dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi.
Meski begitu, permen karet tetap hanya sebagai pelengkap. Mengunyahnya tidak menggantikan kebiasaan menyikat gigi dan menggunakan benang gigi secara rutin.
Terlalu Lama Mengunyah Bisa Membuat Rahang Lelah
Di sisi lain, mengunyah permen karet terlalu lama juga bisa membuat rahang bekerja lebih keras. Menurut dr. Austin, kebiasaan ini dapat membuat rahang terasa lelah dan memperburuk masalah pada sendi rahang. Beberapa orang bahkan bisa mengalami nyeri, sakit kepala, atau bunyi klik saat membuka dan menutup mulut.
Tidak hanya rahang, bahan pemanis dalam permen karet bebas gula juga perlu diperhatikan. Salah satunya sorbitol, yang jika dikonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan perut kembung atau lebih sering buang angin pada sebagian orang.
Ada pula penelitian kecil yang menemukan bahwa permen karet dapat melepaskan partikel microplastics saat dikunyah. Namun, penelitian tersebut masih terbatas dan belum melalui penilaian sejawat atau peer review. Sampai sekarang, belum ada bukti langsung bahwa partikel tersebut membahayakan kesehatan manusia.
Jadi, permen karet masih bisa menjadi pilihan setelah makan, terutama jika memilih jenis bebas gula. Yang penting, jangan mengunyahnya terlalu lama atau terlalu sering. Jika rahang mulai terasa pegal atau perut terasa tidak nyaman, sebaiknya kurangi frekuensinya.



