Hair

Penipisan Rambut pada Perempuan

Stres memang dapat memicu kerontokan rambut, tetapi bukan satu-satunya penyebab. Perubahan hormon, faktor genetik, kondisi kesehatan, hingga kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut.
Image 01 / 05.

Rambut yang semakin menipis sering kali langsung dikaitkan dengan stres. Padahal, perubahan pada rambut tidak selalu sesederhana itu. Dalam banyak kasus, beberapa faktor dapat bekerja secara bersamaan dan membuat rambut tumbuh lebih lambat, menjadi lebih halus, atau lebih banyak mengalami kerontokan.

Dilansir dari NewBeauty, memahami penyebab penipisan rambut menjadi langkah penting sebelum menentukan perawatan. Pasalnya, produk yang digunakan tanpa mengetahui sumber masalahnya belum tentu memberikan hasil yang sesuai.

Bukan Hanya karena Stres

Stres dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Salah satu dampaknya adalah telogen effluvium, yaitu kondisi ketika lebih banyak rambut masuk ke fase istirahat dan rontok hampir bersamaan.

Namun, stres sering kali hanya menjadi pemicu, bukan satu-satunya penyebab. Perubahan hormon, peradangan pada kulit kepala, penurunan berat badan secara cepat, hingga kondisi kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi pertumbuhan rambut.

“Stres memang dapat memicu kerontokan rambut, tetapi bukan satu-satunya penyebab,” jelas dr. James Kilgour, dermatolog asal Amerika Serikat, yang dikutip NewBeauty. Menurutnya, stres dapat membuat lebih banyak rambut masuk ke fase kerontokan. Namun, penyebab lain tetap perlu diperiksa untuk mengetahui faktor yang sebenarnya memengaruhi kondisi rambut.

Perubahan hormon juga menjadi salah satu faktor yang cukup umum. Fluktuasi hormon setelah melahirkan, menjelang menopause, atau akibat kondisi tertentu dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Pada sebagian perempuan, perubahan ini dapat membuat rambut terasa lebih tipis atau volume di bagian tertentu berkurang.

Faktor genetik juga tidak bisa diabaikan. Female pattern hair loss merupakan salah satu penyebab penipisan rambut yang berkaitan dengan keturunan. Kondisi ini dapat membuat folikel rambut menghasilkan helaian yang semakin halus dari waktu ke waktu.

Kerontokan Berbeda dengan Penipisan 

Kerontokan dan penipisan rambut sering dianggap sebagai masalah yang sama, padahal keduanya memiliki karakteristik berbeda.

Kerontokan lebih berkaitan dengan jumlah rambut yang lepas. Kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut per hari masih dapat menjadi bagian dari siklus rambut yang normal. Kerontokan sementara juga bisa terjadi setelah tubuh mengalami stres dan biasanya dapat berkurang dengan sendirinya.

Sementara itu, penipisan lebih berkaitan dengan perubahan kualitas dan kepadatan rambut. Tandanya dapat terlihat dari belahan rambut yang semakin lebar, volume di bagian atas kepala yang berkurang, atau ikatan rambut yang terasa lebih kecil dari biasanya.

Perubahan ini sering berlangsung secara perlahan sehingga mudah diabaikan. Padahal, semakin lama folikel rambut mengalami pengecilan, semakin sulit untuk mengembalikan pertumbuhannya seperti semula. Karena itu, perubahan yang terus berlangsung sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai hal yang wajar karena usia bertambah.

Perawatan Perlu Dimulai dari Penyebabnya

Langkah pertama dalam menangani penipisan rambut adalah mencari tahu penyebabnya. Dokter dapat melakukan pemeriksaan kulit kepala dan, bila diperlukan, menyarankan tes darah untuk melihat kemungkinan kekurangan nutrisi atau gangguan kesehatan tertentu.

Kekurangan zat besi, vitamin D, vitamin B12, atau asupan protein yang tidak mencukupi dapat berkontribusi terhadap masalah rambut. Gangguan tiroid, penggunaan obat tertentu, serta kondisi yang memengaruhi hormon juga dapat menjadi faktor yang perlu diperiksa.

Setelah penyebabnya diketahui, pilihan perawatan dapat disesuaikan. Penanganannya bisa meliputi perubahan pola makan, perawatan kulit kepala, obat-obatan tertentu, terapi cahaya tingkat rendah, PRP, atau prosedur lain sesuai kondisi masing-masing.

Kebiasaan sehari-hari juga bisa memengaruhi kondisi rambut. Mengikat rambut terlalu kencang, terlalu sering menggunakan alat styling bersuhu panas, serta membiarkan minyak dan sisa produk menumpuk di kulit kepala dapat membuat rambut lebih mudah rusak dan patah.

Karena itu, perawatan rambut sebaiknya tidak hanya berfokus pada bagian rambut yang terlihat, tetapi juga pada kesehatan kulit kepala dan folikel tempat rambut tumbuh. Jika kerontokan berlangsung selama beberapa bulan, jumlahnya terasa semakin banyak, atau belahan rambut tampak makin lebar, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit agar penyebabnya dapat diketahui dan perawatannya lebih tepat.

Penipisan rambut pada perempuan tidak dapat diatasi dengan satu produk atau solusi yang berlaku untuk semua orang. Mengenali penyebabnya menjadi langkah penting agar perawatan yang dipilih benar-benar sesuai dan dapat membantu menjaga kesehatan serta pertumbuhan rambut dalam jangka panjang.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.