Science vs Soul

Monday Blues, Penyebab Hari Senin Terasa Lebih Berat

Rasa malas, cemas, atau kehilangan semangat saat memasuki hari Senin ternyata bukan sekadar sugesti. Ada penjelasan ilmiah yang membuat banyak orang merasa lebih berat saat kembali ke rutinitas setelah akhir pekan.
Image 01 / 05.

Bagi banyak orang, hari Senin terasa sebagai hari yang paling berat. Setelah dua hari beristirahat, kembali menjalani rutinitas, seperti bekerja, sekolah, atau berbagai tanggung jawab lainnya, sering kali tidak mudah. 

Ternyata kondisi ini disebut sebagai Monday Blues. Meski bukan gangguan mental, perasaan lesu, kurang bersemangat, atau sulit berkonsentrasi di awal pekan merupakan pengalaman yang cukup umum terjadi.

Lalu, mengapa hari Senin terasa lebih berat dibanding hari-hari lainnya?

Penyebab Monday Blues

Salah satu penyebab yang paling sering dikaitkan dengan Monday blues adalah social jet lag, yaitu kondisi ketika pola tidur di akhir pekan berbeda jauh dengan hari kerja. Misalnya, seseorang terbiasa tidur larut dan bangun siang pada Sabtu dan Minggu, lalu harus kembali bangun pagi pada hari Senin. Perubahan ini membuat ritme sirkadian atau jam biologis tubuh menjadi terganggu sehingga tubuh seolah mengalami jet lag meski tidak bepergian ke mana pun.

Selain pola tidur, faktor psikologis juga berperan. Hari Senin sering kali identik dengan tumpukan pekerjaan, rapat, target baru, atau tugas yang belum selesai dari pekan sebelumnya. Pikiran tentang berbagai tanggung jawab tersebut dapat memicu respons stres bahkan sebelum aktivitas dimulai.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa stres dapat memengaruhi respons biologis tubuh. Ketika tubuh melepaskan lebih banyak hormon stres, seperti kortisol, seseorang dapat merasa lebih tegang, sulit fokus, dan kurang berenergi. Karena itu, Monday blues bukan sekadar rasa malas, melainkan respons tubuh terhadap perubahan ritme dan tekanan yang datang bersamaan.

Cara Mengatasinya

Kabar baiknya, Monday blues umumnya dapat dikurangi dengan perubahan kebiasaan sederhana. Salah satunya adalah menjaga jadwal tidur tetap konsisten, baik pada hari kerja maupun akhir pekan. Hindari kebiasaan tidur terlalu larut saat libur agar tubuh tidak perlu beradaptasi secara drastis ketika Senin tiba.

Selain itu, menyiapkan agenda atau pekerjaan ringan pada Minggu malam juga dapat membantu mengurangi rasa terburu-buru di awal pekan. Luangkan waktu untuk menyusun daftar prioritas, menyiapkan kebutuhan kerja, atau merencanakan aktivitas yang menyenangkan setelah jam kerja sebagai sesuatu yang bisa dinantikan.

Namun, jika perasaan sedih, cemas, atau kehilangan semangat muncul hampir setiap minggu, berlangsung dalam waktu lama, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan. Konsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat membantu mengetahui apakah ada masalah lain yang mendasarinya.

Hari Senin memang bisa terasa lebih menantang bagi sebagian orang. Namun, dengan pola tidur yang lebih konsisten dan rutinitas yang terjaga, tubuh akan lebih mudah menyesuaikan diri sehingga awal pekan tidak lagi terasa berat. 

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.