Mengapa Wangi Tertentu Sulit Dilupakan?

Wangi parfum tertentu mungkin membuat kita teringat pada seseorang. Aroma masakan bisa membawa ingatan pada rumah. Bahkan wangi bunga atau tanah setelah hujan kadang terasa familiar karena pernah hadir dalam sebuah momen yang kita ingat.
Pengalaman seperti ini dikenal sebagai Proust Effect. Istilah tersebut berasal dari nama penulis Prancis Marcel Proust. Dalam novelnya, ia bercerita tentang rasa dan aroma madeleine yang dicelupkan ke dalam teh dan tiba-tiba membawanya kembali pada kenangan masa kecil.
Fenomena ini ternyata juga menarik perhatian para peneliti. Dilansir dari The Scientist, beberapa penelitian menemukan bahwa aroma memang dapat menjadi pemicu munculnya kenangan, terutama kenangan dari masa awal kehidupan.
Ada satu penelitian yang menarik untuk melihat hubungan tersebut. Sebanyak 93 orang berusia 65-80 tahun, diminta mengingat berbagai pengalaman setelah diberikan pemicu berupa aroma, gambar, dan suara.
Hasilnya, aroma lebih sering membawa mereka pada kenangan dari sepuluh tahun pertama kehidupan. Sementara gambar dan kata-kata lebih banyak mengingatkan mereka pada masa dewasa awal.
Kenangan yang muncul lewat aroma juga terasa lebih emosional bagi sebagian peserta. Jadi, bukan hanya ingat peristiwanya, tetapi perasaan yang menyertainya bisa ikut terasa kembali.
Setiap Orang Punya Aroma yang Berbeda
Aroma yang sama bisa memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Wangi melati, misalnya, mungkin mengingatkan seseorang pada rumah dan keluarga. Bagi orang lain, aroma tersebut bisa saja tidak memunculkan kenangan apa pun.
Pengalaman seperti ini memperlihatkan bahwa aroma dan kenangan sering kali berjalan beriringan dengan pengalaman yang pernah kita jalani. Sebuah aroma menjadi familiar karena pernah hadir dalam situasi tertentu, sehingga ketika kembali tercium bertahun-tahun kemudian, kenangan yang berkaitan dengannya dapat ikut muncul.
Penciuman Berperan dalam Mengingat Rasa
Hubungan penciuman dengan pengalaman sehari-hari ternyata tidak berhenti pada kenangan. Aroma juga punya peran besar ketika kita menikmati makanan.
Saat mengunyah, aroma makanan bisa bergerak dari bagian belakang mulut menuju hidung. Aroma inilah yang ikut membuat kita bisa mengenali makanan dengan lebih lengkap.
Itu sebabnya makanan sering terasa berbeda ketika sedang pilek atau hidung tersumbat. Lidah masih bisa merasakan manis, asin, asam, pahit, dan umami, tetapi aroma yang biasanya melengkapi rasa menjadi berkurang.
Tidak heran jika aroma makanan tertentu juga bisa membawa kenangan. Wangi kue yang baru matang, misalnya, mungkin mengingatkan pada dapur rumah saat kecil. Aroma sup tertentu bisa membawa kita pada makan malam bersama keluarga.
Cerita di Balik Aroma yang Familiar
Aroma memang tidak selalu punya arti khusus. Namun, ketika sebuah wangi pernah hadir dalam momen yang berkesan, kita bisa mengingatnya jauh lebih lama.
Itulah yang membuat aroma tertentu terasa berbeda. Parfum, makanan, bunga, atau aroma sebuah tempat bisa menjadi bagian kecil dari sebuah kenangan tanpa kita sadari.
Lalu, bertahun-tahun kemudian, aroma yang sama muncul lagi. Kita mungkin sudah lupa detail kejadiannya, tetapi rasanya seperti pernah berada di sana. Dalam sekejap, kenangan lama yang tersimpan pun terasa dekat kembali.



