Forest Bathing dan Kekuatan Berada di Tengah Alam

Di tengah rutinitas yang serba cepat, waktu untuk benar-benar istirahat sering kali justru menjadi hal yang paling sulit didapat. Bahkan, ketika sedang berada di luar rumah, pikiran bisa tetap sibuk memikirkan pekerjaan, membalas pesan, atau mengingat berbagai hal yang belum selesai.
Karena itu, berjalan perlahan di antara pepohonan dapat menjadi cara sederhana untuk mengalihkan fokus dari kesibukan sejenak. Dengan mengurangi distraksi dan memperhatikan suasana sekitar, tubuh dan pikiran bisa mendapat ruang untuk benar-benar beristirahat.
Cara menikmati alam seperti ini dikenal sebagai forest bathing atau shinrin-yoku, istilah dari Jepang yang secara sederhana dapat dipahami sebagai aktivitas menghabiskan waktu di alam sambil benar-benar memperhatikan lingkungan sekitar. Mengutip Byrdie, praktik ini tidak memiliki tujuan seperti hiking yang biasanya berfokus pada jarak, rute, atau tempat yang ingin dicapai.
Berhenti Sejenak dan Rasakan Sekitar
Dalam forest bathing, tidak ada target jumlah langkah atau jarak yang harus ditempuh. Alih-alih berjalan cepat, kita justru diajak memperlambat langkah dan memberi perhatian pada hal-hal yang biasanya terlewat.
Suara daun yang tertiup angin, aroma tanah dan pepohonan, cahaya matahari yang masuk di antara ranting, sampai tekstur kulit pohon bisa menjadi bagian dari pengalaman. Hal-hal kecil tersebut membuat kegiatan berjalan di alam terasa lebih dari sekadar aktivitas fisik.
Untuk melakukannya, ponsel dan berbagai distraksi juga sebaiknya disimpan sementara. Tidak perlu sibuk mengambil foto atau mengecek notifikasi. Cukup berjalan perlahan dan membiarkan perhatian tertuju pada apa yang terlihat, terdengar, dan terasa di sekitar.
Tidak harus memaksakan diri untuk mendapatkan pengalaman tertentu. Tidak ada pemandangan yang wajib ditemukan atau rute yang harus diselesaikan. Justru dengan melepaskan keinginan untuk mencapai sesuatu, waktu di alam bisa terasa lebih santai.
Tidak Harus Pergi Jauh untuk Mencobanya
Forest bathing juga tidak selalu membutuhkan perjalanan ke hutan yang jauh dari kota. Taman yang cukup luas, ruang hijau, atau tempat dengan banyak pepohonan bisa menjadi pilihan selama suasananya nyaman dan aman.
Kenakan pakaian yang nyaman, tinggalkan gawai untuk sementara, lalu berjalan dengan ritme yang lebih pelan dari biasanya. Coba perhatikan suara di sekitar, hirup aroma pepohonan dan tanah, amati bentuk serta warna daun, atau sentuh kulit pohon jika kondisi di sekitarnya aman.
Bahkan tidak perlu berjalan terlalu lama. Beberapa waktu yang benar-benar digunakan untuk memperhatikan alam bisa menjadi kesempatan untuk menjauh sejenak dari layar dan kesibukan yang terus berjalan.
Meski begitu, tetap perhatikan kondisi tempat yang dikunjungi. Gunakan jalur yang aman dan sudah ditandai, cek kondisi cuaca, hindari mendekati satwa liar, serta gunakan pakaian atau perlindungan yang sesuai jika berada di area yang banyak serangga.
Forest bathing pada dasarnya tidak benar-benar berarti mandi di dalam hutan. Ini adalah cara sederhana untuk menghabiskan waktu di alam dengan lebih sadar. Tidak ada target yang harus dicapai, cukup memperlambat langkah dan memberi kesempatan bagi diri sendiri untuk menikmati suasana yang selama ini mungkin hanya dilewati begitu saja.



