Science vs Soul

Menata Pikiran dan Emosi Lewat Mental Wellness

Menjaga kesehatan mental bisa dimulai dari hal-hal kecil, mulai dari memberi waktu untuk beristirahat hingga tetap terhubung dengan orang-orang terdekat.
Image 01 / 05.

Kesibukan sehari-hari sering menyita banyak waktu dan energi. Pekerjaan, tanggung jawab di rumah, serta berbagai urusan pribadi bisa membuat seseorang terus bergerak dari satu aktivitas ke aktivitas lain tanpa sempat memperhatikan kondisi dirinya sendiri. Rasa lelah pun tidak selalu datang dalam bentuk fisik. Pikiran yang penuh, emosi yang mudah berubah, atau hilangnya semangat juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang membutuhkan jeda.

Karena itu, menjaga kesehatan mental tidak harus menunggu sampai masalah terasa berat. Mengenali emosi, memahami batas kemampuan diri, dan menyediakan waktu untuk beristirahat merupakan bagian dari upaya merawat kondisi mental dalam keseharian.

Hal ini sejalan dengan konsep mental wellness yang dibahas oleh Global Wellness Institute (GWI). Menurut lembaga tersebut, kesehatan mental bukan hanya soal terbebas dari gangguan mental, tetapi juga tentang kemampuan mengelola perasaan, menghadapi tantangan, menjalin hubungan dengan orang lain, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

Lebih dari Sekadar Merasa Baik-Baik Saja

Setiap orang bisa mengalami hari yang berat, merasa cemas, atau kehilangan semangat. Perasaan seperti itu tidak serta-merta berarti seseorang mengalami gangguan mental. Namun, jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut bisa memengaruhi aktivitas, hubungan dengan orang lain, hingga cara seseorang memandang dirinya sendiri.

Di sinilah mental wellness menjadi relevan. Konsep ini melihat kesehatan mental sebagai bagian dari kehidupan yang perlu dirawat, bukan hanya sesuatu yang diperhatikan ketika masalah muncul. Seseorang bisa terus belajar mengenali emosinya, mencari cara menghadapi tekanan, dan menemukan hal-hal yang membuat hidup terasa lebih berarti.

GWI mengelompokkan upaya mendukung mental wellness ke dalam empat jalur, yaitu aktivitas dan kreativitas, pengembangan diri, istirahat dan pemulihan, serta hubungan sosial dan makna hidup. Keempatnya tidak harus diterapkan melalui perubahan besar. Hal sederhana dalam rutinitas sehari-hari pun bisa menjadi bagian dari upaya tersebut.

Tidak Semua Waktu Harus Produktif

Melakukan sesuatu yang disukai dapat menjadi cara untuk memberi jeda dari kesibukan. Memasak, menulis, berkebun, atau mencoba hobi baru memberi kesempatan untuk menikmati aktivitas di luar pekerjaan dan tanggung jawab harian. Mempelajari keterampilan baru juga bisa membantu seseorang merasa berkembang tanpa harus selalu mengejar pencapaian tertentu.

Istirahat juga tidak kalah penting. Tidur yang cukup, mengambil jeda di sela pekerjaan, atau menikmati waktu luang tanpa merasa harus terus produktif dapat membantu tubuh dan pikiran memulihkan energi. Tidak semua waktu harus diisi dengan kegiatan yang menghasilkan sesuatu.

Selain itu, hubungan dengan orang lain turut berperan dalam kesehatan mental. Berbincang dengan teman, menghabiskan waktu bersama keluarga, atau bercerita kepada seseorang yang dipercaya bisa membuat seseorang merasa didengar dan tidak menghadapi masalah sendirian. Bagi sebagian orang, mengikuti komunitas atau melakukan kegiatan yang sesuai dengan minat juga bisa memberikan rasa terhubung.

Tentu, kebutuhan setiap orang berbeda. Ada yang merasa lebih nyaman memulihkan energi dengan menyendiri, sementara yang lain justru merasa lebih baik setelah bertemu teman. Tidak perlu mengikuti semua kebiasaan sekaligus. Mengenali apa yang dibutuhkan dan menemukan cara yang paling sesuai untuk diri sendiri bisa menjadi langkah awal yang lebih realistis.

Meski begitu, kebiasaan sehari-hari bukan pengganti bantuan profesional. Jika perasaan tertekan berlangsung lama, mulai mengganggu aktivitas, atau terasa semakin sulit diatasi, berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan yang kompeten dapat membantu.

Menjaga kesehatan mental bukan berarti harus selalu merasa bahagia atau mampu menyelesaikan semua masalah sendiri. Ada kalanya seseorang membutuhkan waktu untuk beristirahat, bercerita kepada orang lain, atau mencari bantuan. Memberi perhatian pada hal-hal tersebut merupakan bagian dari upaya merawat kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.