Massage Flu, Mengapa Tubuh Lemas Setelah Pijat?

Pijat sering menjadi pilihan untuk melepas penat setelah menjalani aktivitas yang padat. Ketegangan pada bahu dan punggung perlahan berkurang, tubuh terasa lebih rileks, dan pikiran pun menjadi lebih tenang. Namun, pernahkah Anda justru merasa lemas atau sedikit pusing beberapa jam setelah sesi pijat?
Pengalaman tersebut rupanya cukup sering dibicarakan di media sosial dengan istilah massage flu. Sebagian orang mengaku merasa seperti akan terserang flu setelah menjalani pijat, terutama ketika mendapatkan tekanan yang cukup kuat pada otot.
Meski namanya terdengar seperti penyakit, massage flu sebenarnya bukan kondisi medis yang diakui. Lantas, mengapa tubuh bisa memberikan respons seperti itu?
Efek Pijatan pada Otot dan Tubuh
Saat dipijat, otot dan jaringan tubuh menerima tekanan serta gerakan yang mungkin tidak biasa dialami sehari-hari. Pijatan juga dapat memengaruhi sirkulasi darah di area yang ditangani dan membantu tubuh memasuki kondisi lebih rileks.
Dilansir dari Glamor, menurut Izzy VanHall, terapis pijat berlisensi sekaligus Director of Bodywork di Sage + Sound, New York, perubahan tersebut dapat dirasakan secara berbeda oleh setiap orang. Ada yang merasa lebih berenergi, tetapi ada pula yang justru ingin beristirahat setelah sesi selesai.
Respons ini dapat lebih terasa ketika seseorang sudah lama mengalami ketegangan otot atau berada dalam kondisi stres berkepanjangan. Ketika tubuh akhirnya mendapatkan kesempatan untuk beristirahat, rasa lelah yang sebelumnya kurang disadari bisa menjadi lebih terasa.
Jenis pijat juga turut berpengaruh. Deep tissue massage dan sports massage memberikan tekanan lebih intens dibandingkan pijat relaksasi biasa. Karena itu, sebagian orang mungkin mengalami pegal atau nyeri otot ringan setelahnya.
Namun, kondisi tersebut tidak berarti tubuh sedang mengeluarkan racun. Klaim bahwa pijat menyebabkan racun terlepas dari jaringan tubuh dan menimbulkan gejala seperti flu tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Kapan Keluhan Setelah Pijat Perlu Diwaspadai?
Rasa kantuk, pegal ringan, atau sedikit sakit kepala dapat terjadi setelah pijat. Keluhan seperti ini umumnya bersifat sementara dan membaik dalam waktu 24 hingga 48 jam, bahkan sebagian orang sudah merasa lebih nyaman keesokan harinya.
Meski demikian, pijat seharusnya tidak membuat seseorang mengalami nyeri hebat atau merasa benar-benar sakit.
Jika muncul demam, nyeri yang cukup berat, atau keluhan yang terus memburuk, sebaiknya jangan langsung menganggapnya sebagai efek pijat. Gejala tersebut perlu diperiksakan kepada dokter untuk mengetahui kemungkinan penyebab lainnya.
Agar Tubuh Tetap Nyaman Setelah Pijat
Kenyamanan setelah pijat sebenarnya dapat dimulai sebelum sesi berlangsung. Pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan dan hindari datang dalam keadaan terlalu lapar atau segera setelah makan berat.
Jangan ragu menyampaikan kondisi tubuh kepada terapis, termasuk bagian yang terasa nyeri, riwayat cedera, atau masalah kesehatan tertentu. Tekanan pijatan juga tidak harus selalu kuat untuk memberikan manfaat. Jika terasa menyakitkan, mintalah terapis menyesuaikannya.
Setelah sesi selesai, beri tubuh kesempatan untuk beristirahat. Minum air secukupnya, mandi air hangat, atau melakukan peregangan ringan dapat membantu menjaga kenyamanan. Jika baru menjalani pijat yang cukup intens, tidak ada salahnya menunda olahraga berat hingga tubuh kembali terasa nyaman.
Pijat seharusnya menjadi pengalaman yang membantu tubuh merasa lebih baik, bukan sesuatu yang harus ditahan meskipun terasa menyakitkan. Mengenali respons tubuh dan memilih jenis pijat yang sesuai jauh lebih penting daripada mengikuti anggapan bahwa semakin kuat tekanan, semakin besar manfaatnya.



