Aesthetic

Retinoid Dermatitis, Ketika Retinoid Justru Memicu Iritasi Kulit

Kulit terasa perih, kemerahan, dan mengelupas setelah menggunakan retinoid? Kondisi ini tidak selalu menjadi bagian dari proses adaptasi kulit. Kenali tanda retinoid dermatitis dan cara menanganinya.
Image 01 / 05.

Retinoid dikenal sebagai salah satu bahan aktif yang banyak digunakan untuk mengatasi jerawat, memperbaiki tekstur kulit, dan mengurangi tanda penuaan. Namun, tidak semua kulit dapat langsung menoleransi penggunaannya. Pada sebagian orang, pemakaian retinoid justru menimbulkan rasa terbakar, kulit kering, hingga pengelupasan yang mengganggu.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan retinoid dermatitis, yaitu reaksi iritasi kulit akibat penggunaan retinoid topikal seperti retinol, adapalene, atau tretinoin. Menurut DermNet, kondisi ini dapat ditandai dengan kemerahan, kulit kering, dan pengelupasan. Reaksi tersebut lebih sering terjadi pada tahap awal penggunaan atau ketika kulit belum mampu menoleransi produk dengan baik.

Iritasi atau Purging?

Munculnya masalah kulit setelah mencoba retinoid sering dianggap sebagai purging. Padahal, keduanya tidak selalu menunjukkan kondisi yang sama.

Purging biasanya merujuk pada munculnya jerawat sementara ketika penggunaan bahan aktif yang memengaruhi pergantian sel kulit mulai mempercepat kemunculan sumbatan pori yang sudah terbentuk. Sementara itu, retinoid dermatitis lebih berkaitan dengan reaksi iritasi pada permukaan kulit.

Tanda yang perlu diperhatikan meliputi rasa perih saat menggunakan produk, kemerahan, kulit terasa tertarik, hingga pengelupasan berlebihan. Pada kondisi yang lebih berat, kulit dapat mengalami pembengkakan atau rasa terbakar yang menetap.

Menurut American Academy of Dermatology, iritasi akibat retinoid tidak selalu berarti seseorang mengalami alergi terhadap bahan tersebut. Meski demikian, reaksi yang terus memburuk perlu dievaluasi agar tidak memperparah kondisi kulit.

Kulit Butuh Waktu untuk Pulih

Risiko iritasi dapat dipengaruhi oleh konsentrasi retinoid, frekuensi penggunaan, formulasi produk, serta kondisi kulit sebelum pemakaian. Penggunaan berlebihan juga tidak membuat hasil perawatan muncul lebih cepat.

Jika kulit mulai terasa sangat perih atau mengalami pengelupasan yang mengganggu, hentikan sementara penggunaan produk yang memicu iritasi dan konsultasikan dengan dokter kulit. Selama masa pemulihan, pilih pembersih wajah yang lembut, gunakan pelembap, dan hindari penambahan bahan aktif eksfoliasi yang berpotensi memperburuk iritasi.

Untuk mengurangi risiko reaksi serupa, dokter dapat menyarankan penggunaan retinoid dengan jumlah lebih sedikit, frekuensi yang lebih jarang, atau pemakaian pelembap sebelum retinoid. Penyesuaian ini perlu mempertimbangkan jenis produk dan kondisi kulit masing-masing.

Tabir surya pada siang hari juga penting karena retinoid dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. Jika muncul pembengkakan, lepuh, atau nyeri yang berat, segera periksakan kulit ke dokter.

Retinoid tetap memiliki manfaat yang didukung penelitian dermatologi. Namun, hasil perawatan tidak ditentukan oleh seberapa kuat atau sering produk digunakan, melainkan oleh pemilihan dan cara pemakaian yang sesuai dengan toleransi kulit.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.