Aesthetic

Mitos Sunscreen yang Masih Sering Dipercaya

Sunscreen sudah menjadi bagian dari rutinitas skincare. Namun, semakin banyak informasi yang beredar, semakin banyak pula anggapan tentang tabir surya yang belum tentu tepat.
Image 01 / 05.

Memakai sunscreen setiap hari terdengar sederhana. Oleskan sebelum keluar rumah, lalu ulangi pemakaiannya bila banyak beraktivitas di luar. Namun, pembahasannya bisa jauh lebih rumit ketika menyentuh cara kerja bahan aktif, keamanan produk, hingga kaitannya dengan vitamin D dan lingkungan.

Dilansir dari Women’s Health berikut rangkuman penjelasan dari sejumlah dokter kulit dan ahli kosmetik untuk meluruskan lima mitos tentang sunscreen yang masih sering terdengar.

Sunscreen Sudah Cukup untuk Melindungi Kulit

Memakai sunscreen setiap hari memang penting, tetapi perlindungan kulit tidak berhenti di situ. Jumlah produk yang digunakan juga berpengaruh. Jika dioleskan terlalu tipis, perlindungan yang didapat bisa lebih rendah daripada angka SPF pada kemasan.

Steven Q. Wang, MD, dokter kulit dari Skin Cancer Foundation, mengingatkan pentingnya perlindungan tambahan saat beraktivitas di luar ruangan. Selain memakai sunscreen dalam jumlah cukup dan mengulang pemakaiannya sesuai kebutuhan, gunakan topi, pakaian tertutup, atau berteduh untuk mengurangi paparan sinar matahari.

Chemical Sunscreen Berbahaya karena Diserap Tubuh

Kekhawatiran ini muncul setelah penelitian menemukan sejumlah filter UV dalam chemical sunscreen dapat terdeteksi dalam darah. Namun, keberadaan bahan tersebut tidak otomatis berarti bahan itu membahayakan kesehatan.

Penelitian tersebut menggunakan sunscreen dalam jumlah besar pada sebagian besar permukaan tubuh dan mengulang pemakaian beberapa kali sehari. Hingga kini, belum ada bukti kuat bahwa penyerapan filter UV dalam penggunaan sunscreen sehari-hari menyebabkan gangguan kesehatan. Temuan ini pun bukan alasan untuk berhenti menggunakan tabir surya.

Mineral Sunscreen Pasti Lebih Aman untuk Lingkungan

Beberapa penelitian menemukan bahwa filter UV tertentu dapat memengaruhi organisme laut, termasuk terumbu karang. Namun, hasilnya perlu dilihat dengan cermat karena sejumlah penelitian menggunakan konsentrasi bahan yang tinggi dan kondisi yang belum tentu mencerminkan paparan di laut.

Zinc oxide, bahan yang umum digunakan dalam mineral sunscreen, juga dapat menimbulkan dampak terhadap organisme laut dalam kondisi tertentu. Tinjauan National Academies of Sciences pada 2022 turut mencatat bahwa hasil penelitian tentang sunscreen dan terumbu karang masih sulit dibandingkan karena perbedaan metode pengujian.

Jadi, label mineral tidak otomatis menjamin suatu produk lebih aman bagi lingkungan. Dampak sunscreen terhadap ekosistem laut masih perlu diteliti lebih lanjut.

Memakai Sunscreen Bisa Membuat Tubuh Kekurangan Vitamin D

Tubuh memang memproduksi vitamin D melalui paparan sinar UV. Karena itu, muncul anggapan bahwa penggunaan sunscreen akan menghambat proses tersebut.

Namun, dalam pemakaian sehari-hari, sunscreen biasanya tidak menutupi kulit secara sempurna. Penelitian tentang hubungannya dengan kadar vitamin D pun memberikan hasil yang beragam. Jika khawatir kekurangan vitamin D, kebutuhan ini dapat dipenuhi melalui makanan dan, bila diperlukan, suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan. Sengaja melewatkan sunscreen bukan solusi yang dianjurkan.

Mineral dan Chemical Sunscreen Bekerja dengan Cara yang Sangat Berbeda

Mineral sunscreen sering disebut memantulkan sinar UV, sedangkan chemical sunscreen menyerapnya. Penjelasan ini tidak sepenuhnya tepat karena kedua jenis tabir surya sama-sama bekerja terutama dengan menyerap energi UV dan mengubahnya menjadi sejumlah kecil panas.

Zinc oxide dan titanium dioxide dalam mineral sunscreen memang dapat memantulkan sebagian sinar UV, tetapi keduanya juga menyerap energi tersebut. Jadi, memilih tabir surya tidak perlu didasarkan pada anggapan bahwa salah satu jenis pasti lebih baik.

Tekstur, kenyamanan di kulit, dan kemudahan pemakaian sehari-hari justru layak menjadi pertimbangan. Sebab, sunscreen yang nyaman digunakan akan lebih mudah dipakai secara rutin.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.