Mengenal Rib Remodeling, Cara Baru Membentuk Siluet Pinggang

Dunia estetika kini menawarkan berbagai cara untuk membentuk siluet tubuh. Selain prosedur yang berfokus pada lemak, ada pula tindakan yang menyasar struktur tubuh untuk membantu menciptakan proporsi yang diinginkan. Salah satu yang belakangan mulai diperbincangkan adalah rib remodeling, prosedur yang ditujukan untuk membuat area pinggang terlihat lebih ramping.
Bentuk tubuh setiap orang tentu berbeda. Susunan tulang dan anatomi tubuh juga ikut menentukan bentuk pinggang yang dimiliki. Karena itu, rib remodeling menjadi salah satu pilihan yang mulai diperhatikan bagi mereka yang ingin membentuk siluet pinggang melalui pendekatan yang berbeda.
Dilansir dari American Society of Plastic Surgeons (ASPS) dalam artikel berjudul “What Is Rib Remodeling, and Is It Right for You?”, dua dokter bedah plastik, Josef Hadeed, MD, FACS, dan Andre Marshall, MD, MPH, membahas prosedur yang semakin dikenal sebagai salah satu cara untuk membentuk siluet pinggang. Keduanya menjelaskan cara kerja rib remodeling, hasil yang dapat diharapkan, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani prosedur tersebut.
Bukan Mengangkat Tulang Rusuk
Namanya mungkin terdengar seperti prosedur untuk mengurangi atau membuang tulang rusuk. Padahal, rib remodeling bekerja dengan cara yang berbeda. Prosedur ini dilakukan dengan membentuk kembali dan memindahkan posisi tiga tulang rusuk bagian bawah untuk membuat area pinggang terlihat lebih ramping.
Andre Marshall, MD, MPH, menjelaskan bahwa prosedur dilakukan saat pasien berada di bawah anestesi umum. Dokter membuat sayatan kecil di bagian punggung bawah, kemudian menggunakan panduan ultrasonografi untuk melihat posisi tulang rusuk dan struktur paru-paru di sekitarnya.
Setelah itu, permukaan tulang rusuk diberi sayatan atau potongan menggunakan alat khusus bernama piezotome. Tulang kemudian mengalami patah sebagian yang terkontrol sebelum diposisikan ulang. Tidak ada tulang rusuk yang diangkat dalam prosedur ini.
“The ribs are never removed,” jelas Marshall dalam wawancaranya dengan ASPS.
Hasilnya Bisa Terlihat Sejak Awal
Salah satu hal yang membuat rib remodeling menarik perhatian adalah perubahan pada bentuk pinggang yang dapat terlihat segera setelah prosedur. Menurut ASPS, pasien dapat mengalami pengurangan lingkar pinggang sekitar dua hingga empat inci, sementara hasilnya dapat lebih terlihat ketika prosedur dikombinasikan dengan liposuction.
Namun, bentuk akhir tidak hanya bergantung pada tindakan saat operasi. Setelah prosedur, pasien perlu menggunakan korset khusus untuk membantu menstabilkan posisi tubuh selama proses pembentukan tulang baru.
Korset tersebut perlu digunakan selama sekitar tiga bulan. Pemakaiannya menjadi bagian penting dari proses pemulihan sekaligus membantu mempertahankan bentuk yang diinginkan.
Tetap Merupakan Prosedur Bedah
Meski sering dibicarakan sebagai cara untuk mendapatkan pinggang yang lebih kecil, rib remodeling tetap merupakan prosedur bedah yang memiliki risiko. Salah satunya adalah pneumothorax, yaitu kondisi ketika udara masuk ke area di sekitar paru-paru akibat cedera pada paru-paru. Risiko lain yang disebutkan ASPS termasuk nyeri berkepanjangan akibat iritasi saraf dan tulang yang tidak pulih dengan baik.
Risiko tersebut memang tergolong jarang, tetapi tetap perlu diperhitungkan. Terlebih, tulang rusuk berada dekat dengan organ penting seperti paru-paru.
Karena itu, pengalaman dokter menjadi bagian penting sebelum mempertimbangkan prosedur ini. ASPS menyarankan calon pasien mencari dokter bedah plastik yang memang mendapatkan pelatihan khusus dalam rib remodeling dan memiliki pengalaman melakukan prosedur tersebut.
Perlu Konsultasi Sebelum Memutuskan
Rib remodeling mungkin menawarkan cara lain untuk mendapatkan siluet pinggang yang lebih tegas, tetapi hasil yang terlihat di media sosial tidak selalu menggambarkan apa yang bisa dicapai setiap orang. Bentuk tulang, proporsi tubuh, kondisi kesehatan, hingga ekspektasi terhadap hasil dapat berbeda pada setiap pasien.
Konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting untuk mengetahui apakah prosedur ini memang sesuai. Calon pasien juga disarankan melihat dokumentasi hasil sebelum dan sesudah tindakan serta menanyakan pengalaman dokter dalam melakukan rib remodeling.
Keputusan menjalani prosedur pembentukan tubuh sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren atau keinginan mendapatkan bentuk tubuh tertentu. Pemahaman mengenai cara kerja, risiko, masa pemulihan, dan kondisi tubuh sendiri tetap menjadi pertimbangan utama sebelum mengambil keputusan.



