Plastic Surgery

Memahami Breast Augmentation Sebelum Menjalani Prosedurnya

Di balik hasil payudara yang tampak lebih berisi dan proporsional, breast augmentation merupakan prosedur bedah yang membutuhkan pertimbangan jangka panjang. Jenis implan, kondisi tubuh, hingga kemungkinan penggantian implan menjadi bagian penting yang perlu dipahami sebelum mengambil keputusan.
Image 01 / 05.

Breast augmentation menjadi salah satu prosedur bedah kosmetik yang dilakukan untuk menambah ukuran atau mengubah bentuk payudara. Prosedur ini juga dapat dipertimbangkan untuk mengembalikan volume payudara setelah kehamilan atau penurunan berat badan, maupun membantu memperbaiki perbedaan ukuran payudara.

Karena melibatkan tindakan operasi dan implan yang berada di dalam tubuh, keputusan untuk menjalani prosedur ini tidak hanya berkaitan dengan hasil estetis. Jenis implan, risiko yang mungkin muncul, hingga perawatan dalam jangka panjang juga perlu dipahami sejak awal.

Apa Itu Breast Augmentation?

Breast augmentation atau augmentasi payudara merupakan prosedur untuk meningkatkan ukuran dan volume payudara. Prosedur ini umumnya dilakukan menggunakan implan, meski dapat pula menggunakan metode transfer lemak dari bagian tubuh lain.

Dalam prosedur dengan implan, dokter akan menempatkan implan di bawah jaringan payudara atau di bawah otot dada. Pemilihan ukuran, bentuk, serta posisi implan biasanya disesuaikan dengan bentuk tubuh, kondisi jaringan payudara, dan hasil yang ingin dicapai.

Karena setiap tubuh memiliki kondisi yang berbeda, konsultasi menjadi bagian penting sebelum menentukan pilihan implan. Dokter juga akan membantu menjelaskan hasil yang realistis sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.

Memilih Implan Saline atau Silikon

Secara umum, terdapat dua jenis implan yang banyak digunakan, yaitu implan berisi saline atau larutan garam steril dan implan berisi gel silikon. Keduanya memiliki cangkang luar berbahan silikon, tetapi berbeda pada material pengisinya.

Implan silikon umumnya memiliki tekstur dan tampilan yang lebih menyerupai jaringan payudara alami. Sementara itu, implan saline diisi dengan larutan garam steril dan dapat mengalami pengempisan ketika terjadi kebocoran. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan hasil yang ingin dicapai.

Selain jenis implan, bentuk dan ukurannya juga perlu dipertimbangkan dengan hati-hati. Pilihan yang terlihat sesuai pada satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain karena bentuk tubuh, jaringan payudara, dan perubahan tubuh dapat memengaruhi hasil akhirnya.

Tidak Dirancang untuk Seumur Hidup

Salah satu hal yang penting dipahami sebelum menjalani breast augmentation adalah implan tidak dirancang untuk bertahan seumur hidup. Semakin lama implan berada di dalam tubuh, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami komplikasi atau membutuhkan operasi tambahan untuk mengganti maupun mengangkat implan.

Namun, penggantian implan tidak selalu terjadi karena implan sudah mencapai batas usia tertentu. Menurut dr. Michele Shermak, ahli bedah plastik yang dikutip oleh American Society of Plastic Surgeons (ASPS), perubahan kondisi tubuh juga dapat menjadi alasan seseorang mempertimbangkan penggantian implan.

“Biasanya, saya mengganti implan karena kondisi dan kebutuhan pasien berubah seiring bertambahnya usia. Implan yang sesuai saat seseorang berusia 20-an bisa saja tidak lagi cocok ketika memasuki usia 40-an,” jelas dr. Shermak, dilansir dari ASPS. 

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain jaringan parut yang mengencang di sekitar implan, nyeri, infeksi, perubahan rasa pada payudara atau puting, serta implan yang bocor atau pecah. Selain itu, terdapat risiko BIA-ALCL, yaitu jenis limfoma langka yang dapat muncul di jaringan parut atau cairan di sekitar implan. Risiko ini lebih sering ditemukan pada implan bertekstur.

Implan silikon juga dapat mengalami silent rupture, yaitu kondisi ketika implan pecah tanpa menimbulkan gejala yang langsung terlihat. Karena itu, pemantauan kondisi implan tetap diperlukan. MRI dapat digunakan untuk mendeteksi silent rupture, sementara ultrasound bisa menjadi alternatif untuk pemeriksaan tertentu.

Dengan demikian, breast augmentation bukan prosedur yang selesai begitu operasi berakhir. Kondisi tubuh dapat berubah seiring waktu dan implan mungkin memerlukan pemantauan, penggantian, atau tindakan tambahan di kemudian hari.

Pada akhirnya, keputusan menjalani breast augmentation perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar ukuran atau bentuk payudara yang diinginkan. Memahami pilihan implan, kemungkinan risiko, serta kebutuhan perawatan jangka panjang dapat membantu memastikan keputusan dibuat dengan pertimbangan yang lebih matang.

Tags
The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.