Exercise

Hot Mat Pilates, Sensasi Baru di Atas Matras

Pilates yang dilakukan di ruangan hangat membuat latihan terasa berbeda. Selain membuat tubuh lebih cepat berkeringat, suhu panas juga bisa membantu otot lebih siap bergerak selama latihan.
Image 01 / 05.

Pilates dikenal dengan gerakannya yang terkontrol dan fokus pada kekuatan core. Namun, latihan ini kini hadir dengan suasana yang berbeda, yaitu hot mat pilates. Alih-alih dilakukan di ruangan dengan suhu normal, hot mat pilates justru dilakukan di dalam studio yang sengaja dibuat dengan suhu hangat.

Dilansir dari Altea Active, sesi ini menggunakan gerakan dasar mat pilates dengan tambahan suhu sekitar 85-102 derajat Fahrenheit atau sekitar 29-39 derajat Celsius. Latihan biasanya berlangsung selama 45-60 menit dengan menggunakan berat tubuh sebagai beban.

Panas membuat tubuh lebih cepat berkeringat sekaligus memberi tantangan tambahan selama bergerak. Lantas, apa yang membuat hot mat pilates berbeda dari pilates biasa?

Suhu Mengubah Cara Tubuh Bergerak

Secara sederhana, hot mat pilates merupakan low-impact workout yang dilakukan di atas matras dalam ruangan bersuhu tinggi. Gerakannya tetap mengandalkan kontrol tubuh, pernapasan, keseimbangan, dan kekuatan otot, terutama bagian perut, punggung, pinggul, serta kaki.

Perbedaannya terletak pada suhu studio. Udara yang hangat membuat tubuh cepat terasa panas selama sesi berlangsung. Detak jantung juga dapat meningkat karena tubuh perlu bekerja untuk menjaga suhu tetap stabil.

Karena tidak menggunakan alat seperti reformer, latihan ini mengandalkan berat badan sendiri. Gerakannya pun dilakukan secara perlahan dan berurutan dengan waktu istirahat yang relatif singkat.

Manfaat yang Didapatkan

Salah satu hal yang terasa sejak awal adalah tubuh lebih cepat hangat. Suhu tinggi membantu otot dan jaringan di sekitarnya bersiap untuk bergerak sehingga tubuh dapat terasa lebih leluasa saat melakukan peregangan. Suhu panas juga dapat membantu meningkatkan range of motion atau jangkauan gerak.

Panas juga membuat tubuh harus bekerja lebih keras selama mempertahankan posisi dan mengontrol setiap gerakan. Akibatnya, gerakan yang terlihat sederhana dapat terasa lebih menantang bagi otot, terutama core. Jika dilakukan secara rutin, latihan pilates sendiri dapat membantu melatih kekuatan dan daya tahan otot, sekaligus kemampuan tubuh dalam menjaga stabilitas dan kontrol gerakan.

Sensasi panas juga membuat peserta perlu lebih memperhatikan napas dan kondisi tubuh. Fokus terhadap setiap gerakan menjadi penting agar tetap bisa menjaga bentuk gerakan tanpa terburu-buru. Bagi sebagian orang, kondisi ini dapat membantu membangun mind-body connection selama latihan.

Tentu saja, manfaat tersebut bukan berarti semakin panas atau semakin lama berlatih akan selalu semakin baik. Tubuh tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan suhu tinggi.

Kenali Batas Tubuh

Sebelum mengikuti kelas, pastikan tubuh sudah cukup terhidrasi. Jangan lupa untuk minum secara berkala sepanjang hari dan tidak menunggu sampai kelas dimulai. Jika membutuhkan asupan sebelum latihan, pilih makanan ringan sekitar dua jam sebelumnya agar tubuh tidak terasa terlalu penuh saat bergerak.

Pakaian juga sebaiknya pilih bahan yang ringan dan yang tidak menahan panas. Jangan lupa membawa matras, handuk untuk menyerap keringat, serta botol minum. Datang sekitar 15 menit lebih awal bisa memberi waktu untuk menyiapkan tempat dan berdiskusi dengan instruktur terutama jika baru pertama kali mengikuti kelas hot mat pilates.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah batas kemampuan tubuh. Suhu panas dapat membuat tubuh terasa lebih lentur, tetapi bukan berarti setiap gerakan perlu dilakukan sedalam mungkin. Hindari memaksakan peregangan hanya karena tubuh terasa lebih mudah bergerak.

Jika mulai merasa pusing, mual, atau tidak enak badan, segera berhenti dan beristirahat. Bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, termasuk masalah jantung, tekanan darah rendah, atau sedang hamil, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengikuti latihan dalam suhu tinggi.

Hot Mat Pilates dalam Pengalaman Wellness

Format latihan ini juga mulai hadir dalam berbagai pengalaman wellness yang menggabungkan olahraga dengan aktivitas lain. Salah satunya melalui NemuSPORT, salah satu program dari Nemu Karya Indonesia yang menghadirkan kegiatan olahraga dan wellness dalam suasana yang lebih personal.

Pada Minggu, 27 September 2026, NemuSPORT menggelar sesi Hot Mat Pilates di KAIA Studio, Gading Serpong. Dipandu Coach Rani, sesi tersebut menjadi aktivitas utama yang mengajak peserta bergerak sekaligus meluangkan waktu untuk diri sendiri.

Setiap peserta juga mendapatkan exclusive goodie bag yang berisi Shooting Mist & Sunscreen dari Labore, Body Serum dari Aulia Cosmetics, Treatment Voucher dari Insta Beauty Center, serta BESPOKE Beauty Magazine. 

Setelah latihan, acara dilanjutkan dengan Board Messages, tempat peserta menuliskan kesan dan pesan setelah mengikuti sesi. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Best Content Award dan sesi dokumentasi bersama peserta serta partners. Pendekatan seperti ini membuat aktivitas olahraga tidak berhenti pada sesi latihan, tetapi turut memberi ruang untuk berinteraksi dan menikmati pengalaman bersama.

Hot mat pilates menawarkan pengalaman pilates yang berbeda dengan tambahan suhu panas. Gerakannya tetap berfokus pada kontrol, stabilitas, dan kekuatan tubuh, sementara kondisi ruangan membuat latihan terasa lebih intens. Dengan persiapan yang tepat dan kemampuan mengenali batas tubuh, sesi latihan dapat dilakukan dengan lebih nyaman.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.