Aesthetic

Chicken Skin pada Kulit, Kenali Penyebab dan Cara Merawatnya

Bintil-bintil kecil yang membuat permukaan kulit terasa kasar sering kali dianggap sebagai masalah kulit biasa. Padahal, tekstur ini punya penyebab yang cukup spesifik dan membutuhkan perawatan yang tepat agar kulit terasa lebih halus.
Image 01 / 05.

Tekstur kulit yang terasa kasar dan dipenuhi bintil-bintil kecil sering disebut sebagai chicken skin. Kondisi ini sebenarnya memiliki nama medis keratosis pilaris dan cukup umum terjadi, terutama di lengan bagian atas, paha, pipi, dan bokong.

Sekilas, tampilannya memang mirip kulit ayam atau goosebumps. Bintilnya bisa berwarna seperti kulit, putih, merah, merah muda, cokelat, hingga hitam, tergantung warna kulit masing-masing. Permukaannya juga dapat terasa kasar seperti amplas, sementara pada sebagian orang mungkin mengalami kulit kering atau sedikit gatal.

Penyebab Chicken Skin

Dilansir dari Healthline, keratosis pilaris terjadi ketika keratin, protein yang terdapat pada rambut dan kulit, menumpuk dan menyumbat folikel rambut. Sumbatan tersebut kemudian membentuk bintil-bintil kecil di permukaan kulit.

Namun, kondisi ini juga dapat berkaitan dengan faktor genetik dan kondisi kulit tertentu, seperti dermatitis atopik atau eksim. Keratosis pilaris juga lebih sering muncul pada anak-anak dan remaja.

Perubahan hormon saat pubertas dan kehamilan juga dapat membuat kondisinya lebih mudah kambuh. Pada sebagian orang, keratosis pilaris berangsur membaik seiring bertambahnya usia dan biasanya sudah jauh berkurang pada usia sekitar 30 tahun.

Cara Merawatnya

Keratosis pilaris tidak memiliki obat yang dapat menghilangkannya secara permanen. Meski begitu, perawatan yang tepat bisa membantu membuat tekstur kulit terasa lebih halus dan mengurangi tampilan bintil. Hasilnya juga tidak selalu terlihat dalam waktu singkat sehingga rutinitas yang konsisten menjadi bagian penting dari perawatan.

Menjaga kelembapan kulit bisa menjadi langkah awal. Menurut Healthline, pelembap dengan kandungan seperti urea dan lactic acid dapat membantu melembutkan kulit sekaligus membantu mengangkat sel kulit mati. Produk dengan bahan eksfoliasi lain atau retinol juga dapat digunakan untuk membantu memperbaiki tekstur, tetapi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit.

Eksfoliasi pun tidak perlu dilakukan dengan cara yang kasar. Menggosok kulit terlalu kuat justru dapat membuatnya semakin kering dan iritasi. Perawatan yang lebih lembut dapat membantu mengurangi penumpukan sel kulit mati tanpa membuat lapisan kulit terasa semakin sensitif.

Kebiasaan saat mandi juga bisa diperhatikan. Healthline menyarankan mandi dengan air hangat dalam waktu singkat karena terlalu lama terkena air dapat menghilangkan minyak alami kulit. Setelah mandi, gunakan pelembap untuk membantu mempertahankan kelembapan. Pakaian yang terlalu ketat juga sebaiknya dihindari jika gesekan membuat area tersebut mudah mengalami iritasi.

Jangan Digaruk atau Dipencet

Meski bintilnya terlihat seperti jerawat kecil, keratosis pilaris sebaiknya tidak dipencet atau dikorek. Menurut Healthline, kebiasaan tersebut justru dapat menyebabkan iritasi, pembengkakan, hingga meninggalkan bekas luka.

Jika bintil terasa sangat mengganggu atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan ke dokter kulit dapat membantu memastikan kondisi tersebut. Keratosis pilaris umumnya dapat dikenali melalui pemeriksaan langsung pada kulit dan tidak membutuhkan tes khusus.

Chicken skin memang membuat permukaan kulit tidak selalu terlihat mulus, tetapi kondisi ini cukup umum dan biasanya tidak berbahaya. Alih-alih berusaha menghilangkan bintil dengan cara yang agresif, menjaga kelembapan dan merawat kulit secara konsisten dapat membantu membuat teksturnya terasa lebih halus.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.