Benarkah Face Taping Untuk Wajah Lebih Kencang?

Tren kecantikan di media sosial sering menawarkan cara praktis untuk mendapatkan tampilan wajah yang lebih kencang. Salah satunya adalah face taping, teknik menempelkan tape khusus pada area wajah tertentu untuk menarik kulit dan menyamarkan kerutan.
Cara ini biasanya dilakukan menjelang tidur atau sebelum acara tertentu. Setelah tape dilepas, kulit di area yang ditempelkan mungkin terlihat lebih rata dan garis wajah tampak sedikit tersamarkan. Tidak heran jika face taping kemudian ramai dibicarakan sebagai alternatif sederhana untuk mendapatkan efek lifting tanpa perawatan klinis.
Namun, seperti dijelaskan dalam artikel Byrdie berjudul “Does ‘Face Taping’ Your Wrinkles Work? We Asked Derms”, hasil tersebut hanya bersifat sementara. Tape memang dapat menarik permukaan kulit secara fisik, tetapi tidak mengubah penyebab utama munculnya kerutan.
Efeknya Bertahan Sementara
Kerutan wajah terbentuk melalui berbagai proses, mulai dari berkurangnya elastisitas kulit, paparan sinar matahari, hingga gerakan otot yang dilakukan berulang kali. Menarik kulit menggunakan tape tidak dapat menghentikan proses tersebut atau memperbaiki produksi kolagen yang menurun.
Face taping lebih memberikan efek visual sementara. Ketika tape dilepas, kulit akan kembali ke kondisi semula. Artinya, teknik ini tidak dapat dianggap sebagai cara untuk menghilangkan kerutan atau mencegah munculnya garis baru.
Penggunaan tape juga tidak sama dengan perawatan yang bekerja pada otot atau lapisan kulit yang lebih dalam. Karena itu, face taping hanya membantu membuat kulit terlihat lebih halus untuk sementara, bukan mengatasi kerutan atau memberikan hasil jangka panjang seperti perawatan anti-aging.
Meski begitu, face taping mungkin saja digunakan sesekali untuk kebutuhan tertentu, misalnya saat pemotretan atau acara khusus. Dalam situasi tersebut, efek kulit yang terlihat lebih rata dapat membantu menciptakan tampilan sementara. Namun, hasilnya hanya sementara sehingga tape tidak disarankan digunakan pada wajah setiap hari.
Perhatikan Risiko pada Skin Barrier
Kulit wajah memiliki lapisan pelindung yang membantu menjaga kelembapan dan melindunginya dari berbagai iritan. Penggunaan perekat, terutama jika ditempelkan dalam waktu lama atau dilepas berulang kali, dapat mengganggu lapisan tersebut.
Perekat pada tape berpotensi menyebabkan kemerahan, rasa gatal, atau reaksi alergi pada kulit. Pada kulit yang sensitif, reaksi ini bahkan dapat berkembang menjadi dermatitis. Proses menarik tape dari permukaan wajah juga berisiko mengangkat sel kulit terluar dan menyebabkan rasa perih atau lecet.
Selain itu, area yang tertutup tape dalam waktu lama bisa menjadi lebih lembap dan kurang mendapat sirkulasi udara. Kondisi ini berpotensi memperburuk masalah pori-pori tersumbat, terutama jika kulit memang mudah mengalami jerawat atau beruntusan.
Jika tujuan utamanya adalah merawat kerutan, pilihan yang lebih masuk akal adalah membangun rutinitas perawatan yang konsisten. Tabir surya tetap penting untuk membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar ultraviolet. Kandungan seperti retinol atau bakuchiol juga dapat dipertimbangkan sesuai toleransi kulit dan kebutuhan masing-masing.
Untuk perubahan yang lebih terlihat, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menentukan pilihan perawatan yang sesuai, termasuk tindakan klinis seperti botox atau filler bila memang diperlukan. Berbeda dari face taping, perawatan tersebut dirancang untuk menangani faktor tertentu yang berperan dalam terbentuknya garis wajah atau berkurangnya volume kulit.
Face taping mungkin menarik sebagai cara instan, tetapi bukan pengganti perawatan kulit yang tepat. Jika digunakan terlalu sering, tape justru dapat membuat kulit mengalami masalah baru. Memahami batas manfaat dan risikonya menjadi langkah penting sebelum mengikuti tren kecantikan yang sedang ramai di media sosial.



