Now Report

Adult Acne, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jerawat tidak hanya dialami oleh remaja. Banyak orang masih mengalami jerawat setelah memasuki usia dewasa, bahkan ada yang baru mengalaminya pada usia 25 tahun ke atas. Kondisi ini dikenal sebagai adult acne dan sering kali memerlukan penanganan yang berbeda dibandingkan jerawat pada remaja.
Image 01 / 05.

Meski sama-sama disebut jerawat, kemunculannya pada usia dewasa tidak selalu disebabkan oleh faktor yang sama seperti saat pubertas. Perubahan hormon, gaya hidup, hingga kondisi kesehatan tertentu dapat menjadi pemicu munculnya jerawat pada orang dewasa.

Karena itu, adult acne tidak cukup diatasi hanya dengan mengganti produk perawatan kulit. Mengenali penyebab yang mendasarinya menjadi langkah penting agar penanganan yang dilakukan lebih tepat dan hasilnya lebih optimal.

Perbedaan Adult Acne dan Jerawat Remaja

Adult acne adalah jerawat yang muncul pada usia 25 tahun ke atas, baik yang berlanjut sejak remaja maupun yang baru pertama kali muncul saat dewasa. Dibandingkan jerawat remaja, kondisi ini cenderung lebih sulit dikendalikan dan dapat berlangsung dalam waktu yang lebih lama.

Salah satu perbedaan yang paling mudah dikenali adalah lokasi kemunculannya. Jerawat pada remaja umumnya muncul di area dahi, hidung, dan pipi atau dikenal sebagai T-zone. Sementara itu, adult acne lebih sering muncul di dagu, rahang, dan sekitar mulut yang dikenal sebagai U-zone.

Karakteristiknya juga berbeda. Adult acne lebih sering berupa benjolan yang lebih besar, terasa nyeri, dan berada lebih dalam di bawah permukaan kulit. Sebaliknya, jerawat remaja biasanya berukuran lebih kecil dan muncul dalam jumlah yang lebih banyak.

Perbedaan lainnya terletak pada penyebabnya. Jika jerawat remaja umumnya dipicu oleh perubahan hormon saat pubertas, adult acne lebih sering dipengaruhi oleh fluktuasi hormon, stres, gaya hidup, penggunaan produk perawatan kulit yang kurang sesuai, konsumsi obat tertentu, atau kondisi seperti polycystic ovary syndrome (PCOS).

Cara Mengatasinya

Penanganan adult acne perlu disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Pada kasus ringan, penggunaan obat oles yang mengandung benzoyl peroxide, retinoid, asam salisilat, atau azelaic acid dapat membantu mengurangi peradangan dan mencegah penyumbatan pori-pori.

Jika jerawat berkaitan dengan faktor hormonal atau sudah tergolong berat, dokter dapat menyarankan pengobatan minum, seperti antibiotik, terapi hormonal, atau obat lain sesuai kondisi pasien. Pada kasus tertentu, isotretinoin juga dapat dipertimbangkan dengan pengawasan dokter.

Selain pengobatan, dokter dapat merekomendasikan perawatan pendukung, seperti chemical peeling atau terapi cahaya, untuk membantu memperbaiki kondisi kulit.

Jangan menunda pemeriksaan jika jerawat muncul dalam jumlah banyak, terasa nyeri, sering meninggalkan bekas, atau tidak membaik setelah menggunakan produk perawatan yang dijual bebas. Pemeriksaan juga dianjurkan apabila jerawat disertai tanda-tanda gangguan hormonal, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur atau pertumbuhan rambut berlebih. Dengan mengetahui penyebabnya sejak awal, penanganan dapat dilakukan dengan lebih tepat dan risiko terbentuknya bekas jerawat pun dapat dikurangi.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.