Now Report

Batik Tak Harus Selalu Terlihat Tradisional

Hari Batik Nasional menjadi pengingat bahwa menjaga warisan tidak selalu berarti mempertahankannya dalam bentuk yang sama. Di tengah perubahan fashion dan gaya hidup, batik terus menemukan cara baru untuk dikenakan.
Image 01 / 05.

Setiap 2 Oktober, batik kembali mendapat perhatian melalui peringatan Hari Batik Nasional. Namun, di luar satu hari tersebut, batik sebenarnya telah lama menjadi bagian dari cara masyarakat Indonesia berpakaian. Yang berubah adalah bagaimana batik dikenakan.

Dulu, batik mungkin lebih sering ditemukan dalam acara formal, pesta pernikahan, seragam kantor, atau dipadukan dengan busana tradisional. Kini, batas tersebut semakin cair. Batik hadir dalam jaket, outer, jas, hingga potongan yang lebih kasual dan mudah dipadukan dengan pakaian sehari-hari.

Perubahan ini tidak membuat batik kehilangan identitasnya. Sebaliknya, cara baru dalam mengenakannya membuka kemungkinan agar batik tetap dekat dengan generasi yang terus berubah.

Sebab, sebuah warisan tidak harus berhenti pada cara ia dikenakan di masa lalu. Ia juga bisa berkembang bersama orang-orang yang membawanya ke masa depan.

Garuda Kencana Batik Membawa Pahlawan ke Fashion Masa Kini

Gagasan tersebut menjadi salah satu pendekatan yang dibawa Garuda Kencana Batik melalui Heroes Interpreted, sebuah campaign yang diperkenalkan dalam rangka Hari Batik Nasional.

Dok. Garuda Kencana Battik

Kali ini, Garuda Kencana Batik melihat kembali sosok pahlawan nasional melalui perspektif fashion kontemporer. Figur yang selama ini identik dengan citra formal dan konservatif diterjemahkan melalui siluet, cutting, dan styling batik yang lebih modern.

Bagi Yos Christian Addyputra, Owner Garuda Kencana Batik, salah satu tantangan batik saat ini bukan terletak pada warisannya, melainkan pada anggapan mengenai bagaimana batik seharusnya dikenakan.

“Batik itu tidak harus melulu cutting tradisional, tidak harus jadi bawahan kebaya, beskap, atau kemeja kantor,” ujar Yos.

Menurutnya, aturan tidak tertulis mengenai cara mengenakan batik justru dapat membatasi ruang eksplorasinya sebagai fashion.

“Masalah styling ini kan tidak berdasar dan sampai sekarang dipercaya, akhirnya menjadi kerangkeng untuk si batik itu untuk berkembang,” jelasnya.

Menjembatani Masa Lalu dan Sekarang

Melalui Heroes Interpreted, tampilan para pahlawan tidak dimaksudkan untuk mengubah identitas sejarah mereka. Pendekatan tersebut justru digunakan untuk menunjukkan bagaimana karakter masa lalu dapat diterjemahkan melalui bahasa visual yang terasa lebih dekat dengan masa kini.

Dok. Garuda Kencana Battik

“Ketika kami reimagined national heroes dengan cutting batik yang modern, menurut kami itu menjadi bridge antara masa lalu dan masa sekarang. Ketika bisa dilakukan dengan baik, secara langsung mengabarkan bahwa batik itu tidak lekang oleh waktu,” tutur Yos.

Bagi Yos, heritage tidak harus ditempatkan sebagai sesuatu yang statis. Batik dapat tetap membawa karakter dan craftsmanship yang menjadi identitasnya, sembari memberi ruang bagi desain dan cara mengenakannya untuk berkembang.

Batik yang Terus Bergerak

Membawa batik ke generasi berikutnya tidak selalu harus dimulai dari panggung besar. Keberlanjutannya justru bisa tumbuh dari hal sederhana, yaitu ketika batik terus dikenakan dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dok. Garuda Kencana Battik

Selama ini, batik masih sering dikaitkan dengan hari tertentu, acara formal, atau momen khusus. Padahal, seperti fashion pada umumnya, cara mengenakan batik juga dapat berkembang mengikuti perubahan zaman. Siluetnya bisa lebih modern, padu padannya lebih bebas, dan setiap generasi dapat menemukan caranya sendiri untuk menjadikannya bagian dari gaya personal.

Batik pun tidak harus kehilangan akar tradisinya untuk terasa relevan. Warisan dan perkembangan dapat berjalan berdampingan selama karakter yang menjadi identitasnya tetap dijaga. 

Hari Batik Nasional memang diperingati satu kali dalam setahun. Namun, menjaga batik tetap hidup tidak berhenti pada satu hari perayaan. Ia berlanjut setiap kali batik dikenakan, dieksplorasi, dan menemukan tempat baru dalam keseharian.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.