Tazarotene, Kandungan Vitamin A yang Lebih Kuat dari Retinol

Retinol sudah lama menjadi salah satu bahan yang populer dalam perawatan kulit. Namun, bagi sebagian orang yang membutuhkan formula dengan kekuatan lebih tinggi, dermatolog dapat mempertimbangkan retinoid seperti tazarotene.
Bahan turunan vitamin A ini sebenarnya bukan bahan baru. Tazarotene telah lama digunakan untuk menangani jerawat dan psoriasis. Belakangan, penggunaannya semakin banyak dibicarakan karena potensinya untuk membantu mengatasi berbagai tanda penuaan dan kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.
Mengutip NewBeauty, dua dermatolog bersertifikasi, Anna Chacon, MD, dari Miami dan Kiran Mian, MD, dari New York, menjelaskan mengenai manfaat hingga hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan tazarotene.
Apa Itu Tazarotene?
Tazarotene merupakan topical retinoid dengan kekuatan resep yang berasal dari vitamin A. Bahan ini paling umum digunakan untuk membantu mengatasi jerawat dan psoriasis. Namun, menurut dr. Chacon, manfaatnya juga dapat mencakup tanda-tanda photoaging, seperti garis halus, tekstur kulit yang tidak merata, perubahan warna kulit, dan tanda kerusakan akibat sinar matahari.
Dalam kelompok retinoid, tazarotene termasuk salah satu yang memiliki kekuatan tinggi. dr. Mian menjelaskan bahwa bahan ini bekerja lebih langsung pada sel kulit dibandingkan retinol yang dijual bebas.
Perbedaan cara kerja tersebut membuat tazarotene berpotensi memberikan hasil yang lebih terlihat. Namun, karena bekerja cukup intensif pada kulit, tazarotene dapat menyebabkan kulit kering, mengelupas, dan mengalami iritasi, terutama pada masa awal penggunaan.
Tazarotene tersedia dalam beberapa konsentrasi dan bentuk, termasuk gel, krim, lotion, dan foam. Karena merupakan obat resep, pemilihan konsentrasi dan formulanya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit dan tujuan perawatan bersama dokter kulit.
Apa Bedanya dengan Retinol?
Jika retinol sudah digunakan rutinitas skincare, perlu diketahui bahwa tazarotene bukanlah retinol dengan versi yang lebih kuat. Keduanya memang sama-sama termasuk turunan vitamin A, tetapi cara kerja dan tingkat kekuatannya berbeda.
Retinol yang dijual bebas perlu diubah terlebih dahulu oleh kulit sebelum bisa bekerja secara aktif. Sementara itu, tazarotene dapat bekerja lebih langsung pada kulit. Karena itu, efek tazarotene biasanya terasa lebih kuat dibandingkan retinol biasa.
Karena bekerja cukup kuat, kandungan ini tidak cocok digunakan oleh semua orang. Pemilik kulit sangat sensitif, eksim, atau kondisi skin barrier yang sedang rusak perlu lebih berhati-hati. Tazarotene juga tidak boleh digunakan selama kehamilan.
Jadi, semakin kuat kandungannya bukan berarti semakin baik untuk semua kondisi kulit. Dokter dapat menentukan apakah tazarotene memang dibutuhkan, termasuk memilih konsentrasi, bentuk sediaan, dan frekuensi pemakaian yang sesuai.
Cara Memadukannya dengan Skincare
Karena tazarotene cukup kuat, rutinitas perawatan kulit di sekitarnya juga perlu dibuat lebih sederhana. Menurut dr. Chacon, produk dengan kandungan yang membantu menjaga kelembapan dan skin barrier, seperti ceramides, hyaluronic acid, dan niacinamide, dapat digunakan untuk mendukung kondisi kulit. Penggunaan tabir surya setiap hari juga penting, terutama karena tazarotene digunakan untuk menangani masalah yang berkaitan dengan kerusakan akibat sinar matahari.
Sebaliknya, hindari menumpuk terlalu banyak bahan aktif yang berpotensi menyebabkan iritasi. Eksfoliasi dengan acids, physical scrub, maupun penggunaan retinoid lain secara bersamaan perlu dilakukan dengan hati-hati, khususnya ketika kulit baru mulai beradaptasi dengan tazarotene.
Popularitas tazarotene belakangan ini juga tidak lepas dari media sosial. Semakin banyak orang mengenal bahan aktif dan produk resep, sehingga tidak sedikit pasien yang datang ke dokter kulit dan sudah mengetahui bahan atau bahkan formulasi tertentu yang ingin dicoba.
Meski begitu, tazarotene tetap merupakan obat resep, bukan bahan skincare yang bisa dipilih hanya berdasarkan tren. Jika ingin menggunakannya untuk jerawat, kerusakan akibat sinar matahari, atau tanda penuaan, konsultasi dengan dokter kulit tetap menjadi langkah penting untuk memastikan apakah bahan ini sesuai dengan kondisi kulit.



