Ingredient Deep Dives

Spicules dalam Skincare, Tren Liquid Microneedling

Dari serum hingga peeling cream, spicules mulai banyak digunakan sebagai teknologi baru yang diklaim mampu memperhalus tekstur kulit sekaligus meningkatkan penyerapan bahan aktif. Namun, apakah kandungan ini benar-benar layak dicoba?
Image 01 / 05.

Dunia skincare terus menghadirkan inovasi baru. Setelah PDRN menjadi salah satu bahan aktif yang banyak dibicarakan, kini giliran spicules yang mulai menarik perhatian. Kandungan ini semakin sering ditemukan dalam serum, ampoule, hingga peeling cream dengan klaim membantu menghaluskan tekstur kulit, menyamarkan bekas jerawat, serta membuat kulit tampak lebih cerah.

Meski terdengar menjanjikan, cara kerja spicules berbeda dengan kebanyakan bahan aktif skincare sehingga penting untuk memahami manfaat sekaligus risikonya.

Berbeda dengan bahan aktif yang bekerja melalui reaksi kimia, spicules memberikan stimulasi mekanis pada kulit untuk membantu regenerasi sekaligus mendukung penyerapan bahan aktif

Apa Itu Spicules?

Dalam dunia skincare, spicules merupakan partikel mikroskopis berbentuk jarum halus yang umumnya berasal dari spons laut yang telah dimurnikan atau dibuat secara sintetis untuk meniru struktur alaminya. Partikel ini biasanya tersusun dari mineral seperti silika dan kalsium.

Berbeda dengan AHA, BHA, atau retinoid yang bekerja melalui proses kimia, spicules bekerja secara mekanis. Saat diaplikasikan, partikel ini menciptakan rangsangan mikro pada lapisan terluar kulit sehingga membentuk saluran kecil yang membantu penghantaran bahan aktif, seperti peptida, niacinamide, atau growth factor, agar dapat bekerja lebih optimal.

Spicules sendiri bekerja dengan menciptakan micro-injury yang terkontrol pada permukaan kulit. Proses ini memicu respons alami tubuh berupa percepatan regenerasi sel sekaligus mendukung proses perbaikan jaringan.

Karena mekanisme tersebut, sebagian pengguna akan merasakan sensasi seperti tertusuk jarum halus, tingling, atau sedikit perih saat produk diaplikasikan. Pada beberapa formula, sensasi ini dapat bertahan hingga satu atau dua hari sebelum berangsur menghilang seiring proses regenerasi kulit.

Manfaat Spicules

Popularitas spicules tidak lepas dari berbagai manfaat yang diklaim, di antaranya membantu menghaluskan tekstur kulit, menyamarkan tampilan pori, memudarkan bekas jerawat, serta membuat kulit tampak lebih cerah melalui percepatan pergantian sel.

Teknologi ini juga dinilai mampu meningkatkan efektivitas bahan aktif yang dikombinasikan dalam formulanya sehingga banyak dikaitkan dengan perawatan anti-aging dan regenerasi kulit. Tak heran jika spicules mulai disebut sebagai salah satu inovasi terbaru dalam tren K-beauty.

Perhatikan Jenis Kulit Anda

Meski menjanjikan, penggunaan spicules tetap memerlukan kehati-hatian. Hingga kini, bukti klinis jangka panjang pada manusia masih terbatas sehingga sebagian besar klaim masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Karena bekerja dengan memberikan stimulasi mekanis, spicules berpotensi menimbulkan kemerahan, rasa perih, iritasi, hingga gangguan skin barrier jika digunakan terlalu sering atau pada kulit yang sensitif.

Produk ini umumnya tidak disarankan untuk pemilik kulit dengan rosacea, eksim, jerawat yang sedang meradang, maupun mereka yang sedang menggunakan retinoid atau eksfoliator berkekuatan tinggi. Untuk meminimalkan risiko iritasi, penggunaannya biasanya dibatasi satu hingga dua kali dalam seminggu dan sebaiknya tidak dikombinasikan dengan bahan aktif yang bersifat eksfoliatif pada hari yang sama.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.