Travel

Pilates Retreat, Pilihan Liburan Wellness yang Semakin Diminati

Menggabungkan olahraga, relaksasi, dan waktu beristirahat, pilates retreat menawarkan cara berbeda untuk menikmati liburan sambil menjaga kebugaran.
Image 01 / 05.

Liburan identik dengan menjelajahi tempat baru, mencicipi kuliner lokal, atau menikmati fasilitas hotel. Namun, bagi mereka yang ingin tetap aktif selama bepergian, olahraga juga bisa menjadi bagian dari pengalaman liburan. Salah satu pilihan yang mulai menarik perhatian adalah pilates retreat, program yang memadukan latihan pilates dengan waktu bersantai di destinasi pilihan.

Selama bertahun-tahun, yoga retreat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menjaga kesehatan fisik dan mental sambil menjauh sejenak dari rutinitas. Kini, pilates menawarkan pengalaman serupa dengan fokus pada kekuatan otot, postur, keseimbangan, dan kontrol gerakan tubuh.

Liburan dengan Rutinitas Pilates

Berbeda dari kelas pilates di studio yang biasanya berlangsung sekitar satu jam, pilates retreat mengemas latihan sebagai bagian dari pengalaman liburan selama beberapa hari. Peserta dapat mengikuti sesi bersama instruktur dengan waktu lebih leluasa untuk mempelajari teknik gerakan dan memperbaiki postur.

Programnya juga tidak terbatas pada olahraga. Pilihan makanan bernutrisi, waktu bersantai, serta kegiatan luar ruangan seperti berjalan kaki, berenang, atau menikmati pantai kerap menjadi bagian dari pengalaman. Lokasi yang tenang memungkinkan peserta menyeimbangkan aktivitas fisik dengan waktu istirahat.

Jenis latihan yang ditawarkan pun beragam. Mat pilates menggunakan matras dan terkadang alat pendukung sederhana, sedangkan reformer pilates memanfaatkan alat khusus dengan sistem pegas untuk memberikan resistansi selama latihan. Keduanya melatih kekuatan dan kontrol tubuh, tetapi memiliki teknik serta pengalaman latihan yang berbeda.

Meningkatnya minat terhadap pilates retreat tidak terlepas dari popularitas pilates itu sendiri. Selama pandemi, banyak orang mulai mengikuti kelas daring dari rumah. Kebiasaan berolahraga ini terus berkembang seiring dibukanya kembali studio kebugaran.

Tren tersebut turut membuka peluang baru dalam industri perjalanan. Bagi penggemar pilates, mengikuti retreat menjadi cara untuk tetap berolahraga sambil menikmati suasana baru, tanpa harus memisahkan sesi latihan dari agenda liburan.

pilates juga dikenal sebagai olahraga berdampak rendah yang gerakannya dapat disesuaikan dengan tingkat kebugaran. Karena itu, program retreat tidak hanya menarik bagi peserta berpengalaman, tetapi juga bagi pemula yang ingin mempelajari dasar-dasarnya dengan pendampingan instruktur.

Dari Bali hingga Pegunungan Swiss

Sejumlah destinasi wellness menawarkan pengalaman pilates retreat dengan suasana dan program yang berbeda.

Di Bali, Escape Haven menghadirkan program enam malam khusus perempuan yang memadukan pilates dengan suasana tropis. Di Inggris, Champneys juga menawarkan pengalaman wellness serupa di beberapa lokasinya.

Sementara itu, Pine Cliffs Resort di Algarve, Portugal, menyediakan program selama tiga, lima, atau tujuh malam. Selain sesi reformer pilates, peserta dapat menikmati peregangan, pijat terapeutik, dan fasilitas spa.

Bagi yang lebih menyukai udara pegunungan, Suvretta House di St. Moritz, Swiss, menawarkan sesi reformer pilates melalui kerja sama dengan studio The Beat. Program ini memadukan latihan bersama instruktur dengan kesempatan menikmati fasilitas spa hotel.

Pilihan tersebut memperlihatkan bagaimana pilates retreat dapat menjadi bagian dari beragam pengalaman perjalanan, mulai dari liburan tropis di tepi pantai hingga waktu beristirahat di kawasan pegunungan.

Akankah Pilates Menggantikan Yoga Retreat?

Meski semakin populer, pilates retreat tidak serta-merta menggantikan yoga retreat. Keduanya menawarkan pendekatan yang berbeda terhadap kebugaran dan relaksasi.

Yoga umumnya menggabungkan gerakan, pernapasan, dan meditasi, sedangkan pilates lebih berfokus pada kekuatan inti tubuh, stabilitas, serta kontrol gerakan. Perbedaan ini turut membentuk pengalaman yang ditawarkan selama liburan.

Bagi wisatawan yang mencari ruang untuk refleksi dan ketenangan, yoga retreat mungkin tetap menjadi pilihan. Sementara itu, pilates retreat dapat menarik bagi mereka yang ingin menjaga rutinitas olahraga sekaligus menikmati waktu istirahat di destinasi baru.

Ke depannya, kedua aktivitas ini juga berpotensi dipadukan dalam program wellness yang lebih beragam. Dengan demikian, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan pengalaman liburan dengan minat dan kebutuhan masing-masing.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.