Mengenal Bemotrizinol, Filter Sunscreen yang Bikin Perlindungan Matahari Makin Nyaman

Sunscreen mungkin sudah menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit, tetapi menemukan produk yang benar-benar nyaman digunakan setiap hari bisa menjadi tantangan tersendiri. Ada yang terasa lengket, terlalu berminyak, meninggalkan white cast, atau membuat makeup sulit menempel dengan baik.
Karena itu, kehadiran bahan baru dalam formula sunscreen cukup menarik untuk diperhatikan. Salah satunya adalah bemotrizinol, filter kimia yang mulai banyak dibicarakan setelah mendapat izin penggunaan di Amerika Serikat pada 2026. Meski baru masuk ke pasar tersebut, BEMT sebenarnya sudah digunakan dalam produk sunscreen di Eropa, Asia, dan sejumlah negara lain selama bertahun-tahun.
Dilansir dari Real Simple, dokter kulit Mona Gohara, MD, menjelaskan apa yang membuat bemotrizinol menarik dan bagaimana bahan ini dapat memberikan pengalaman penggunaan sunscreen yang lebih nyaman.
Melindungi Kulit dari UVA dan UVB
Bemotrizinol, yang juga dikenal sebagai BEMT, merupakan filter sunscreen kimia sintetis yang bekerja dengan menyerap sinar UVA dan UVB. Keduanya sama-sama perlu diperhatikan karena paparan sinar ultraviolet dapat menyebabkan sunburn, mempercepat tanda-tanda penuaan kulit, serta meningkatkan risiko kanker kulit.
Salah satu karakteristik BEMT yang membuatnya menarik adalah kemampuannya memberikan perlindungan tanpa meninggalkan lapisan putih pada kulit. Berbeda dengan filter mineral seperti zinc oxide dan titanium dioxide yang terkadang menghasilkan white cast, BEMT dapat menyatu lebih baik dengan kulit.
Menurut Mona Gohara, MD, BEMT sebenarnya bukan bahan yang baru ditemukan. “This is an American debut rather than a brand-new molecule,” jelasnya kepada Real Simple.
Tetap Stabil Saat Terkena Sinar Matahari
Salah satu alasan dermatolog tertarik pada BEMT adalah sifatnya yang photostable. Sederhananya, bahan ini tidak mudah terurai ketika terkena sinar matahari.
Karakteristik tersebut penting karena beberapa filter sunscreen dapat mengalami perubahan ketika terus terpapar sinar UV. BEMT juga dapat membantu menstabilkan filter lain dalam formula sunscreen, sehingga tidak hanya bekerja sebagai pelindung UV, tetapi juga dapat mendukung kinerja bahan lain di dalam produk.
Namun, bukan berarti sunscreen yang mengandung BEMT otomatis lebih baik daripada yang tidak. Menurut dokter, kemampuan perlindungan tetap bergantung pada keseluruhan formula, bukan hanya satu bahan aktif.
Haruskah Beralih ke Sunscreen dengan BEMT?
Kehadiran BEMT bukan berarti sunscreen yang selama ini digunakan perlu langsung diganti. Jika sudah memiliki sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih tinggi yang nyaman digunakan dan rutin dipakai, kebiasaan tersebut tetap layak dipertahankan.
Namun, BEMT bisa menjadi pilihan menarik bagi mereka yang selama ini kesulitan menemukan sunscreen dengan tekstur ringan, tidak terasa terlalu berminyak, atau tidak meninggalkan white cast. Dengan formula yang nyaman, penggunaan sunscreen setiap hari pun diharapkan tidak lagi terasa sebagai langkah yang merepotkan.
Apa pun filter yang digunakan, cara pemakaian tetap menjadi bagian penting dari perlindungan kulit. Sunscreen perlu diaplikasikan dalam jumlah yang cukup dan digunakan kembali setiap dua jam ketika berada di luar ruangan, serta setelah berenang atau berkeringat.



