Now Report

Matcha di Pagi Hari, Benarkah Bisa Membantu Melawan Inflamasi?

Matcha bukan sekadar minuman yang populer karena rasanya. Kandungan antioksidan di dalamnya membuat teh hijau bubuk ini menarik untuk menjadi bagian dari pola hidup yang lebih sehat.
Image 01 / 05.

Inflamasi atau peradangan merupakan bagian dari respons alami tubuh. Namun, ketika berlangsung dalam waktu lama, inflamasi kronis dapat berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan. Menjaga pola makan, rutin bergerak, tidur cukup, dan mengelola stres pun menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Selain makanan, pilihan minuman sehari-hari juga dapat diperhatikan. Salah satunya adalah matcha. Mengutip dari EatingWell, matcha tanpa banyak tambahan gula dapat menjadi pilihan minuman yang sejalan dengan pola makan yang mendukung kesehatan dan membantu memenuhi kebutuhan antioksidan.

Apa yang Membuat Matcha Menarik?

Matcha mengandung katekin, salah satunya epigallocatechin gallate (EGCG), yang memiliki sifat antioksidan. Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari oxidative stress, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas lebih tinggi daripada kemampuan tubuh untuk menetralisirnya.

Selain katekin, matcha juga mengandung L-theanine dan kafein. Kombinasi keduanya membuat matcha memberikan efek yang berbeda dari kopi, terutama dalam hal energi dan kewaspadaan.

Beberapa penelitian juga mulai melihat hubungan konsumsi matcha dengan respons tubuh terhadap stres. Namun, penelitian mengenai manfaat tersebut masih terbatas sehingga matcha sebaiknya tidak dianggap sebagai solusi untuk mengatasi stres atau inflamasi.

Baik Untuk Kesehatan Usus

Matcha juga mengandung berbagai senyawa tumbuhan yang berpotensi mendukung mikrobioma usus. Dalam penelitian kecil yang dikutip EatingWell, konsumsi matcha selama dua minggu dikaitkan dengan perubahan pada keragaman mikrobioma usus.

Meski hasilnya menarik, penelitian tersebut masih berskala kecil dan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa matcha secara langsung dapat meningkatkan kesehatan usus. Jadi, manfaatnya lebih tepat dilihat sebagai salah satu potensi dari pola konsumsi teh hijau, bukan sebagai pengobatan.

Menambahkan matcha ke rutinitas pagi tentu boleh menjadi pilihan. Namun, manfaatnya akan lebih berarti jika berjalan bersama kebiasaan lain yang mendukung kesehatan, seperti mengonsumsi makanan kaya serat, aktif bergerak, tidur cukup, dan mengelola stres.

Jika biasanya minum minuman tinggi gula di pagi hari, menggantinya dengan matcha tanpa gula atau dengan sedikit pemanis juga bisa menjadi langkah sederhana. Matcha bukan minuman yang dapat mengatasi inflamasi dengan sendirinya, tetapi bisa menjadi salah satu pilihan dalam pola hidup yang lebih sehat.

Tags
The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.