Kojic Acid untuk Kulit, Manfaat dan Cara Menggunakannya

Noda hitam bekas jerawat, kulit yang tidak merata, atau bintik gelap akibat paparan sinar matahari memang cukup sulit dihilangkan. Karena itu, berbagai bahan pencerah kulit pun banyak dicari, salah satunya kojic acid.
Dilansir dari Women's Health, kojic acid berasal dari jamur dan merupakan hasil samping dari proses fermentasi. Dalam produk perawatan kulit, bahan ini digunakan untuk membantu mengatur produksi pigmen pada kulit.
Membantu Menyamarkan Noda Gelap
Salah satu alasan kojic acid banyak digunakan adalah kemampuannya membantu mengurangi pigmentasi. Bahan ini bekerja dengan menghambat tyrosinase, yaitu enzim yang berperan dalam pembentukan melanin.
Ketika produksi melanin berkurang, warna kulit yang mengalami hiperpigmentasi dapat terlihat lebih samar. Karena itu, kojic acid sering ditemukan dalam produk yang ditujukan untuk membantu mengatasi noda hitam, bekas jerawat, dan warna kulit yang tidak merata.
Menurut Women's Health, bahan ini juga dapat digunakan untuk membantu menangani melasma. Namun, kondisi tersebut sebaiknya tetap ditangani dengan pendekatan yang sesuai karena tidak semua produk pencerah cocok untuk setiap jenis hiperpigmentasi.
Selain membantu menyamarkan pigmentasi, kojic acid juga memiliki sifat antioksidan. Sifat ini membuatnya berpotensi membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas yang dapat berkontribusi pada tanda-tanda penuaan kulit.
Tidak Selalu Cocok untuk Kulit Sensitif
Meski punya manfaat untuk masalah pigmentasi, kojic acid bukan berarti cocok untuk semua orang. Kulit yang sensitif atau kering lebih berisiko mengalami iritasi saat menggunakan bahan ini.
Penggunaan berlebihan juga dapat menyebabkan kulit menjadi merah, gatal, mengelupas, atau mengalami dermatitis kontak alergi. Dilansir dari Women's Health, dokter kulit Aya Ahram yang menyarankan penggunaan produk dengan konsentrasi kojic acid 1 persen atau lebih rendah.
Karena itu, tidak perlu langsung menggunakannya setiap hari. Untuk pertama kali, coba gunakan secara perlahan dan lihat bagaimana reaksi kulit. Jika kulit terasa perih atau mengalami iritasi, sebaiknya hentikan pemakaian.
Cara Menggunakan Kojic Acid
Kojic acid bisa ditemukan dalam berbagai produk, seperti serum, krim, pelembap, peel pad, hingga sabun. Tidak ada satu jenis produk yang otomatis lebih baik dari yang lain karena hasilnya dapat dipengaruhi oleh konsentrasi, seberapa sering digunakan, kondisi kulit, dan masalah yang ingin ditangani.
Jika baru mulai menggunakannya, Women's Health menyarankan pemakaian setiap dua hari sekali untuk melihat respons kulit. Setelah kulit terbiasa, frekuensinya dapat disesuaikan. Namun, jika digunakan bersama bahan eksfoliasi lain, frekuensinya perlu dikurangi untuk menghindari iritasi.
Penggunaan sunscreen pada pagi dan siang hari juga tidak boleh dilewatkan. Menurut Women's Health, kojic acid dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Paparan sinar matahari juga dapat mengurangi manfaat dari produk yang digunakan untuk membantu mencerahkan kulit.
Jadi, kojic acid bisa menjadi salah satu pilihan untuk membantu merawat kulit dengan noda atau warna yang tidak merata. Namun, kuncinya bukan menggunakan lebih banyak produk, melainkan memilih formulasi yang sesuai dan memberi waktu bagi kulit untuk beradaptasi.



