Global Wisdom

Bengkung, Pijat Nifas, dan 40 Hari: Tradisi Pasca Melahirkan di Jakarta Masa Kini

Tradisi perawatan ibu baru ala Nusantara tidak hilang di kota besar — ia berevolusi, kini hadir lewat layanan home care dan dijalani berdampingan dengan saran dokter.
Ibu muda duduk tenang di sofa cokelat, menikmati masa pemulihan pasca melahirkan
Image 01 / 05Photograph courtesy of Unsplash.

Di sebuah apartemen di Jakarta Selatan, seorang ibu baru menjalani pagi yang tidak jauh berbeda dengan yang dijalani perempuan Nusantara berabad-abad lalu: tubuhnya dipijat lembut, perutnya dililit kain panjang, dan di meja ada segelas jamu hangat. Bedanya, sang terapis datang lewat aplikasi, dan jadwal pijat tersimpan rapi di kalender ponsel.

Inilah wajah tradisi pasca melahirkan Indonesia di tahun 2026: tidak punah, tidak juga beku di masa lalu. Ia beradaptasi — dan justru semakin dicari oleh generasi ibu yang tumbuh bersama internet.

Empat Puluh Hari yang Dilindungi

Hampir semua budaya di Nusantara mengenal konsep masa pemulihan sekitar empat puluh hari setelah melahirkan — masa ketika ibu baru dijaga, dibatasi bebannya, dan dirawat oleh keluarga. Dalam masa ini, ibu didorong untuk fokus pada dua hal saja: memulihkan diri dan mengenal bayinya.

Konsep ini selaras dengan pemahaman medis modern tentang masa nifas sebagai fase pemulihan fisik dan emosional yang nyata. Banyak praktisi kesehatan ibu kini menyoroti pentingnya dukungan di minggu-minggu awal — masa ketika risiko kelelahan dan tekanan emosional sedang tinggi-tingginya. Tradisi kita, ternyata, sudah lama menyediakan kerangkanya.

Bengkung dan Pijat: Sentuhan yang Kembali Dirindukan

Bengkung — lilitan kain panjang di area perut — secara tradisional dipercaya membantu ibu merasa lebih tegak dan nyaman saat beraktivitas kembali. Sementara pijat nifas menjadi ritual yang paling banyak dicari: sentuhan hangat yang membantu meredakan pegal setelah persalinan sekaligus memberi ibu waktu untuk dirawat, bukan hanya merawat.

Di Jakarta masa kini, keduanya hadir dalam bentuk baru. Layanan perawatan pasca melahirkan ke rumah ramai bermunculan, paket pijat dan lilit bengkung dipesan sejak trimester ketiga, dan komunitas ibu di media sosial saling berbagi pengalaman. Yang dulu diwariskan dari ibu ke anak, kini juga diwariskan lewat unggahan dan grup percakapan.

Jamu, Param, dan Dapur Sang Ibu Baru

Dapur juga tidak ketinggalan. Jamu untuk ibu menyusui, param hangat untuk badan pegal, hingga sup dan makanan berkuah yang dipercaya memulihkan tenaga — semuanya masih hidup, sebagian kini diantar dalam paket katering khusus pasca melahirkan.

Para praktisi kesehatan umumnya menyarankan satu hal sederhana: jalani tradisi yang membuat Anda nyaman, dan komunikasikan semuanya dengan dokter atau bidan Anda. Tradisi dan medis tidak harus dipertandingkan; keduanya bisa saling melengkapi selama berjalan dengan terbuka.

Yang sesungguhnya diwariskan tradisi nifas Nusantara bukan kain atau ramuan, melainkan pesan bahwa ibu baru layak dirawat.

Dan mungkin itulah alasan tradisi ini bertahan di tengah kota yang serba cepat. Di balik bengkung, pijat, dan jamu, ada satu kebijaksanaan yang tidak lekang: melahirkan adalah kerja besar, dan perempuan yang baru melaluinya berhak atas empat puluh hari yang lembut.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.