Ingredient Deep Dives

5 Bahan Skincare yang Sedang Viral, Mana yang Worth the Hype?

Banyak bahan skincare kembali ramai setelah muncul di media sosial dan produk kecantikan terbaru. Namun, bahan yang sedang viral belum tentu selalu menjadi pilihan yang paling dibutuhkan kulit.
Image 01 / 05.

Tren skincare bisa berubah dengan cepat. Bahan yang sebelumnya jarang terdengar tiba-tiba muncul di berbagai produk dan ramai dibicarakan di media sosial. Tidak heran jika rasa penasaran ikut muncul, terutama ketika sebuah kandungan disebut bisa membuat kulit lebih cerah, lembap, atau tampak lebih sehat.

Dilansir dari NewBeauty, sejumlah bahan skincare yang belakangan ramai diperbincangkan memiliki manfaat yang cukup beragam. Namun, popularitasnya tetap perlu dilihat bersama fungsi dan batasannya.

Lima bahan berikut termasuk yang menarik untuk diperhatikan.

1. Hypochlorous Acid

Nama hypochlorous acid mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang, tetapi bahan ini belakangan cukup sering muncul dalam produk perawatan kulit, terutama dalam bentuk facial spray.

Bahan ini dikenal memiliki sifat antimikroba dan dapat membantu menenangkan kulit. Karena itu, hypochlorous acid sering dikaitkan dengan perawatan kulit yang mudah mengalami kemerahan atau iritasi.

Meski begitu, bahan ini memiliki satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu kestabilannya. Efektivitasnya dapat dipengaruhi oleh cara produk dibuat dan disimpan. Jadi, tidak semua produk dengan kandungan hypochlorous acid akan memberikan hasil yang sama.

2. Rice Water

Beras bukan bahan baru dalam dunia kecantikan. Di Asia, air beras dan olahannya sudah lama digunakan dalam berbagai ritual perawatan kulit. Belakangan, bahan ini kembali ramai seiring dengan semakin populernya produk K-beauty.

Dalam skincare, rice banyak dikaitkan dengan manfaat untuk membantu membuat kulit terlihat lebih cerah dan segar. Tidak heran jika ekstrak beras, rice water, hingga enzim beras mulai muncul dalam berbagai produk, mulai dari toner hingga pembersih wajah.

Menariknya, tren ini lebih merupakan kembalinya bahan yang sudah lama dikenal daripada penemuan bahan baru.

3. Manuka Honey

Madu sudah lama digunakan dalam produk skincare, tetapi jenis manuka honey belakangan mendapat perhatian lebih. Berasal dari nektar tanaman manuka, madu ini dikenal memiliki sifat yang dapat membantu menenangkan kulit.

Dalam perawatan wajah, manuka honey juga dikaitkan dengan manfaat antimikroba dan membantu kulit terlihat lebih bercahaya. Kandungan ini bisa ditemukan dalam berbagai produk, termasuk pelembap dan cleansing balm.

Namun, seperti bahan skincare lainnya, kehadiran manuka honey pada produk tidak otomatis berarti hasilnya akan sama pada setiap orang. Formula keseluruhan dan kondisi kulit tetap perlu diperhatikan.

4. Propolis

Bagi penggemar K-beauty, propolis sebenarnya bukan nama baru. Bahan yang berasal dari lebah ini sudah cukup lama digunakan dalam produk skincare dan dikenal karena sifatnya yang dapat membantu menenangkan kulit.

Belakangan, popularitasnya kembali meningkat dan sering dikaitkan dengan tampilan kulit yang lebih lembap dan bercahaya atau glass skin.

Jadi, propolis bukan benar-benar bahan baru yang tiba-tiba ditemukan. Popularitasnya lebih menunjukkan bagaimana bahan yang sudah lama digunakan bisa kembali menjadi tren ketika muncul dalam produk dan rutinitas kecantikan yang sedang ramai.

5. Collagen

Kalau ada satu bahan yang hampir selalu dikaitkan dengan perawatan anti-aging, collagen mungkin salah satunya. Protein ini memang penting untuk menjaga struktur dan kekenyalan kulit, tetapi ada perbedaan antara kolagen yang diproduksi tubuh dan kolagen yang digunakan dalam produk skincare.

Menurut para ahli yang dikutip NewBeauty, kolagen dalam produk yang dioleskan ke kulit tidak mudah menembus kulit karena ukuran molekulnya besar. Karena itu, manfaatnya pada produk topikal lebih banyak berkaitan dengan membantu menjaga kelembapan kulit.

Artinya, tulisan collagen pada kemasan bukan berarti produk tersebut otomatis akan meningkatkan produksi kolagen di dalam kulit.

Lima bahan ini menunjukkan bahwa tren skincare bisa datang dari berbagai arah. Ada bahan lama yang kembali populer, ada pula kandungan yang baru ramai digunakan dalam produk tertentu.

Tidak semuanya harus masuk ke rutinitas. Yang lebih penting adalah melihat fungsi bahan, formula produk secara keseluruhan, serta kebutuhan kulit sebelum ikut mencoba tren terbaru.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.