Anda Reserva dan Seni Merawat Diri yang Lebih Holistik

Wellness adalah seni mencintai dan memperlakukan tubuh kita sebagaimana mestinya; bukan sekadar tren atau branding semata, melainkan sebuah perjalanan toward becoming a better version of ourselves, sedikit demi sedikit.Stephanie Tjiu
Wellness hari ini telah bertransformasi menjadi sesuatu yang jauh melampaui tren kebugaran fisik semata. Ia perlahan menjelma sebagai kebutuhan fundamental manusia modern; sebuah upaya untuk menemukan kembali ketenangan batin, keseimbangan hidup, sekaligus ruang pemulihan diri di tengah ritme dunia yang bergerak tidak tentu. Tidak mengherankan jika perhatian publik kini mulai bergeser menuju konsep holistic well-being yang mencakup digital detox, meditasi, terapi alam, hingga praktik-praktik sederhana yang membantu seseorang kembali terkoneksi dengan tubuh dan pikirannya sendiri.
Co-Founder sekaligus Chief Marketing Officer, Stephanie Tjiu, kepada BESPOKE BEAUTY mengungkapkan bahwa peningkatan awareness masyarakat terhadap wellness adalah sesuatu yang hampir tidak terelakkan. Alih-alih melihatnya sebagai sekadar tren industri, ia justru memandang fenomena ini sebagai penanda perubahan gaya hidup yang lebih besar dan positif.
“Saat ini, awareness masyarakat terhadap wellness memang tengah meningkat pesat. Aku rasa ke depannya pun akan semakin banyak wellness brand dengan akses dan pendekatan yang berbeda-beda untuk tiap market-nya,” ujarnya. “Honestly, aku sangat excited melihat Indonesia kini bergerak ke arah yang lebih healthy,” tambahnya.
Lahir dari Sebuah Keresahan Personal
Meski begitu, di balik lahirnya Anda Reserva, ternyata terdapat cerita yang jauh lebih personal. Setelah sekian lama tinggal di luar Indonesia, Chewy mengaku sempat merasakan kesepian ketika kembali pulang ke Jakarta. Dari keresahan itulah, ide mengenai social wellness club ini pun perlahan terbentuk.
“Interior kami memang dibuat se-intentional mungkin demi menciptakan calming experience bagi setiap pengunjung yang datang,” jelas Chewy. “Mulai dari curved shapes, warna-warna hangat dengan low stimulation, sampai musik dengan frekuensi 432 hz yang dipercaya bisa membantu mengurangi anxiety.”
Barangkali, detail-detail kecil inilah yang membuat Anda Reserva memiliki resonansi emosional yang berbeda. Tidak mengherankan jika sebagian besar pengunjung mereka justru datang dari kalangan Gen Z; generasi yang tumbuh paling dekat dengan teknologi, namun diam-diam mendambakan pengalaman personal yang nyata.
Ruang yang Memiliki Jiwanya Sendiri
Di balik berkembangnya industri wellness yang semakin kompetitif, Anda Reserva tampaknya memilih untuk tidak sekadar mengejar tren. Bagi Chewy, staying ahead of the curve memang penting, namun yang jauh lebih utama adalah menghadirkan ruang yang memiliki soul dan resonansi emosional.
“Lebih dari apa pun, kami percaya bahwa space kami memiliki jiwanya sendiri,” katanya. “Dan mungkin itu yang membuat banyak orang akhirnya merasa resonate dengan Anda Reserva.”
Alih-alih membangun strategi bisnis yang terdengar kompleks dan korporat, Chewy justru percaya pada pendekatan yang jauh lebih sederhana namun esensial.
“Strateginya sebenarnya enggak ada yang fancy,” tuturnya. “Kita cuma punya hati yang selalu mau belajar dan terus improve.”
Di tengah menjamurnya wellness culture yang sering kali tampil sangat polished di media sosial, filosofi tersebut terasa cukup menyegarkan. Sebab pada akhirnya, wellness bukanlah tentang kesempurnaan visual ataupun estetika semata, melainkan bagaimana seseorang membangun hubungan yang lebih sehat dengan tubuh dan hidupnya sendiri.
Wellness sebagai Perjalanan, Bukan Tujuan
Dengan segala inovasi wellness modern, Chewy juga melihat masa depan industri ini akan perlahan kembali pada akar tradisional dan praktik-praktik yang lebih grounded. Menurutnya, setelah bertahun-tahun manusia terobsesi pada optimization, produktivitas, dan stimulasi tanpa henti, masyarakat mulai merindukan hal-hal sederhana yang sejak dulu terbukti mampu menghadirkan rasa tenang.
“Wellness itu adalah seni mencintai dan memperlakukan tubuh kita sebagaimana mestinya,” tuturnya. “Bukan sekadar tren atau branding semata, tapi perjalanan untuk becoming a better version of yourself sedikit demi sedikit.”
Namun ia juga menekankan bahwa wellness tidak selalu terasa nyaman ataupun menyenangkan. Di balik segala ritual self-care yang terlihat aesthetically pleasing, ada disiplin, konsistensi, dan komitmen jangka panjang yang justru menuntut untuk menjadi fondasi utamanya.
Mungkin di situlah letak esensi wellness yang sesungguhnya hari ini. Bukan sekadar tentang treatment, detox, atau rutinitas kesehatan yang tampak indah di permukaan. Lebih luas dari itu, wellness adalah tentang keberanian untuk melambat sejenak, mendengarkan tubuh, serta belajar hadir secara utuh.
Dan di tengah dunia yang semakin riuh, barangkali ruang-ruang seperti Anda Reserva memang menjadi obat, bukan hanya sebagai tempat untuk beristirahat, tetapi juga sebagai ruang bagi manusia modern yang diam-diam merindukan kata “pulang”.