Saat Mata Bengkak Membuat Wajah Terlihat Lelah

Mata terlihat lebih sembap setelah bangun tidur adalah hal yang cukup umum. Area bawah mata bisa tampak membengkak karena kurang tidur, terlalu banyak mengonsumsi makanan asin, alergi, hingga penumpukan cairan saat tubuh berada dalam posisi berbaring.
Kondisi ini biasanya dapat mereda dengan sendirinya. Namun, jika terjadi cukup sering, mata bengkak bisa membuat wajah terlihat lebih lelah.
Mengutip Byrdie, ada beberapa cara sederhana yang dapat membantu mengurangi tampilan mata sembap. Perawatan yang dibutuhkan juga bergantung pada penyebabnya, karena mata bengkak akibat kurang tidur tentu berbeda dengan kantong mata yang muncul karena faktor usia atau genetik.
Mulai dari Kompres Dingin
Salah satu cara paling mudah untuk membantu mengurangi mata bengkak adalah menggunakan kompres dingin. Suhu dingin dapat membantu menyempitkan pembuluh darah dan meredakan peradangan ringan di sekitar mata.
Tidak harus menggunakan alat khusus. Sendok teh yang sudah dibersihkan dan disimpan di dalam freezer bisa digunakan. Tempelkan bagian belakang sendok yang dingin pada area bawah mata selama beberapa menit.
Jika menggunakan ice roller, gerakkan secara perlahan tanpa memberikan tekanan berlebihan. Hindari menempelkan es batu secara langsung pada kulit karena area sekitar mata cukup tipis dan sensitif.
Produk perawatan mata yang mengandung kafein juga dapat membantu mengurangi tampilan sembap. Kandungan ini dapat membantu menyempitkan pembuluh darah, sehingga area bawah mata terlihat lebih segar.
Pilih eye gel atau krim mata dengan kandungan seperti kafein, teh hijau, niacinamide, peptida, atau antioksidan. Produk berbentuk gel yang disimpan di dalam kulkas juga bisa memberikan sensasi dingin saat digunakan.
Meski begitu, krim mata tidak dapat menghilangkan seluruh jenis kantong mata. Jika pembengkakan disebabkan oleh perubahan struktur lemak atau kulit yang mulai mengendur, hasil dari produk topikal biasanya lebih terbatas.
Perhatikan Pola Makan dan Tidur
Makanan yang tinggi garam dapat memicu retensi cairan, termasuk di area sekitar mata. Efeknya mungkin lebih terlihat setelah mengonsumsi makanan asin pada malam hari, kemudian tidur dalam posisi berbaring.
Untuk membantu mengurangi risiko sembap, perhatikan kembali konsumsi makanan tinggi natrium seperti makanan instan, camilan asin, makanan olahan, dan saus kemasan. Jumlahnya sebaiknya tetap dikontrol.
Selain asupan garam, perhatikan juga kualitas tidur. Kurang tidur dapat membuat mata terlihat lebih bengkak. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam, meski kebutuhan setiap orang bisa berbeda.
Posisi kepala saat tidur juga perlu diperhatikan. Menggunakan satu bantal tambahan untuk membuat kepala sedikit lebih tinggi dapat membantu mencegah cairan berkumpul di sekitar mata. Pastikan posisi tersebut tetap nyaman dan tidak membuat leher menekuk.
Alergi Bisa Jadi Penyebabnya
Mata bengkak juga bisa berkaitan dengan alergi. Biasanya, kondisi ini disertai gejala lain seperti mata gatal, berair, kemerahan, atau hidung tersumbat.
Jika sembap muncul bersamaan dengan gejala alergi, penting untuk mengatasi pemicunya. Hindari mengucek mata karena kebiasaan tersebut dapat memperparah iritasi dan membuat pembengkakan semakin terlihat.
Apabila mata bengkak tidak kunjung membaik meski sudah memperbaiki pola tidur dan melakukan perawatan sederhana, konsultasi dengan dokter kulit dapat menjadi langkah berikutnya. Dokter akan menilai penyebabnya sebelum menentukan perawatan yang sesuai.
Pada kasus tertentu, prosedur seperti radiofrequency microneedling dapat dipertimbangkan untuk membantu mengencangkan kulit dan mengurangi tampilan sembap. Prosedur ini perlu dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten.
Perlu diingat, tidak semua mata bengkak membutuhkan tindakan medis. Namun, jika pembengkakan disertai nyeri, perubahan penglihatan, kemerahan yang berat, atau hanya terjadi pada satu sisi mata, sebaiknya segera periksa ke dokter.



