Now Report

Merayakan Warisan Batik dalam Koleksi Masa Kini

Batik Keris dan PPLIPI merayakan Hari Batik Nasional 2026 lewat koleksi Rona Rempah, runway, exhibition, dan Auction for Charity untuk mendukung UMKM. 
Image 01 / 05Dok. Batik Keris & PPLPI.

Batik punya cara sendiri untuk tetap dekat dengan kehidupan sehari-hari. Motif dan tekniknya memang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi bentuk yang dikenakan bisa terus berubah mengikuti selera dan zaman.

Semangat itulah yang terasa dalam perayaan Hari Batik Nasional 2026 yang digelar Batik Keris bersama Perkumpulan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) di Fairmont Jakarta. Mengusung tema ‘Cinta Batik, Cinta UMKM’, rangkaian acara ini mempertemukan fashion, budaya, dan kegiatan sosial dalam satu perayaan.

Gaya yang Lebih Kontemporer

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian adalah runway yang memperlihatkan bagaimana batik dapat diterjemahkan ke dalam busana dengan pendekatan yang lebih modern. Motif dan teknik tradisional tetap menjadi bagian penting, tetapi tampil dalam bentuk yang lebih dekat dengan gaya berpakaian masa kini.

Batik Keris turut memperkenalkan koleksi Rona Rempah dalam kesempatan ini. Sesuai namanya, koleksi tersebut mengambil inspirasi dari rempah Nusantara, kekayaan alam yang memiliki hubungan panjang dengan kehidupan dan sejarah Indonesia.

Dok. Batik Keris  & PPLPI

Cengkeh, kecombrang, kemukus, dan kunyit menjadi beberapa elemen yang diterjemahkan ke dalam motif. Nuansa warna bumi kemudian memperkuat karakter koleksi, sekaligus membawa cerita tentang kekayaan alam Nusantara ke dalam bentuk busana.

Pendekatan ini membuat batik tidak berhenti pada motif yang sudah dikenal. Alam, sejarah, dan budaya dapat menjadi sumber inspirasi baru untuk mengembangkan batik tanpa harus meninggalkan identitas yang melekat padanya.

Hal serupa juga terlihat dalam exhibition yang menjadi bagian dari rangkaian acara. Pengunjung dapat melihat eksplorasi batik melalui motif, warna, craftsmanship, hingga gagasan kreatif yang berangkat dari kekayaan budaya Indonesia.

Dok. Batik Keris  & PPLPI

Batik Bertemu dengan Kepedulian Sosial

Perayaan ini kemudian bergerak dari apresiasi terhadap batik menuju hal yang lebih luas. Semangat mencintai batik turut dipertemukan dengan dukungan terhadap pelaku usaha yang menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat.

Melalui program Auction for Charity, enam desainer Indonesia, yaitu Denny Wirawan, Ivan Gunawan, Priyo Oktaviano, Danny Satriadi, Ayu Dyah Andari, dan Marini Zumarnis, menyumbangkan salah satu koleksinya untuk dilelang. Hasil lelang tersebut akan didonasikan melalui program PPLIPI Peduli UMKM berupa bantuan permodalan yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Dok. Batik Keris  & PPLPI

Batik Keris juga ikut berkontribusi melalui donasi dari setiap penjualan produk batik di jaringan retail-nya. Dengan cara ini, aktivitas yang biasanya berujung pada pembelian produk ikut terhubung dengan program pemberdayaan UMKM.

Bagi PPLIPI, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi. Organisasi sosial yang berdiri pada 2016 ini memang memiliki salah satu program utama berupa pemberian bantuan permodalan kepada UMKM.

Delapan Dekade Batik Keris

Bagi Batik Keris, upaya membawa batik lebih dekat dengan kehidupan masa kini juga tidak terlepas dari perjalanan panjang perusahaan tersebut. Memasuki generasi keenam dalam bisnis keluarga, Batik Keris telah menjalani perjalanan selama 80 tahun dan kini memiliki lebih dari 125 gerai di Indonesia maupun mancanegara.

Dok. Batik Keris  & PPLPI

Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah usaha yang berangkat dari warisan budaya perlu terus beradaptasi agar tetap relevan. Batik tetap menjadi bagian utama, tetapi cara memperkenalkannya kepada masyarakat dapat terus berkembang.

Perayaan Hari Batik Nasional tahun ini pun tidak hanya diisi dengan busana dan pameran. Vina Panduwinata, Cakra Khan, dan Sania turut tampil dalam rangkaian acara, membuat perayaan berlangsung dengan suasana yang lebih beragam.

Dok. Batik Keris  & PPLPI

Pada akhirnya, cerita tentang batik memang tidak berhenti pada selembar kain atau motif yang diwariskan. Ketika batik terus dikenakan, dikembangkan, dipamerkan, dan dipertemukan dengan berbagai bentuk kreativitas, warisan ini tetap memiliki ruang untuk tumbuh bersama generasi yang berbeda.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.