Mengenal Period Flu, Gejala Mirip Flu Menjelang Menstruasi

Beberapa hari sebelum menstruasi, tubuh memang bisa terasa berbeda. Bukan hanya suasana hati yang berubah, tetapi juga kondisi fisik. Rasa lelah, pegal, sakit kepala, mual, hingga gangguan pencernaan dapat muncul bersamaan.
Kumpulan gejala tersebut sering disebut period flu. Dilansir dari Cleveland Clinic, istilah ini bukan nama penyakit atau diagnosis medis resmi. Period flu digunakan untuk menggambarkan kumpulan gejala yang terasa mirip ketika tubuh sedang terserang flu dan dapat menjadi bagian dari premenstrual syndrome atau PMS.
Terasa Seperti Flu, tetapi Gejalanya Berbeda
Rasa tidak enak badan pada period flu memang bisa membuat seseorang merasa seperti sedang flu. Namun, keluhannya tidak selalu berupa batuk, pilek, atau hidung tersumbat seperti infeksi saluran pernapasan.
Beberapa gejala yang dapat muncul adalah tubuh pegal, kelelahan, sakit kepala, mual, muntah, dan diare. Sebagian orang juga dapat mengalami demam. Keluhan ini biasanya muncul beberapa hari sebelum menstruasi dan dapat mereda setelah menstruasi dimulai.
Jadi, istilah period flu lebih menggambarkan sensasi tubuh yang terasa seperti sedang sakit, bukan flu yang disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang dialami pun bisa berbeda pada setiap orang.
Hormon Ikut Berperan
Salah satu hal yang diduga berkaitan dengan munculnya keluhan tersebut adalah perubahan hormon menjelang menstruasi. Ketika tidak terjadi kehamilan, kadar estrogen dan progesteron turun sebelum menstruasi dimulai. Perubahan ini dapat berkaitan dengan sakit kepala, perubahan suasana hati, kelelahan, dan gejala PMS lainnya.
Selain hormon, ada pula prostaglandin. Zat kimia ini membantu rahim berkontraksi untuk melepaskan lapisan rahim saat menstruasi. Prostaglandin juga dapat memengaruhi bagian tubuh lain sehingga berkaitan dengan munculnya kram, diare, mual, hingga demam ringan.
Karena itu, rasa tidak nyaman yang muncul menjelang menstruasi tidak selalu hanya terasa di area perut. Tubuh secara keseluruhan bisa ikut terasa kurang fit.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Jika keluhannya masih ringan, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu. Cleveland Clinic menyarankan pola makan seimbang, tidur yang cukup, olahraga teratur, dan mengelola stres. Kompres hangat juga dapat membantu meredakan kram dan nyeri otot.
Untuk nyeri yang mengganggu, obat antiinflamasi nonsteroid atau nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) dapat membantu karena bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin. Penggunaannya tetap perlu mengikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.
Mencatat siklus menstruasi juga bisa membantu mengenali pola. Jika rasa lelah, sakit kepala, mual, atau gangguan pencernaan selalu muncul pada waktu yang sama setiap bulan, catatan tersebut dapat menjadi informasi yang berguna saat berkonsultasi dengan dokter.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri?
Tidak semua rasa tidak enak badan menjelang menstruasi bisa dianggap sebagai period flu. Jika gejalanya terasa sangat berat, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau tidak kunjung membaik setelah menstruasi, sebaiknya jangan langsung menganggapnya sebagai PMS.
Demikian juga jika muncul demam tinggi atau keluhan yang terasa berbeda dari biasanya. Batuk, pilek, hidung tersumbat, atau gejala pernapasan lainnya dapat mengarah pada kondisi lain yang tidak berkaitan dengan period flu.
Mengenali pola tubuh menjelang menstruasi dapat membantu memahami keluhan yang memang berulang setiap bulan. Dengan begitu, perubahan yang terasa tidak biasa juga lebih mudah dikenali dan diperiksakan jika diperlukan.



