Martha Tilaar Berpulang, Warisannya Tetap Hidup dalam Industri Kecantikan

Industri kecantikan Indonesia kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Dr. (HC) Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group, berpulang pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 06.22 WIB di RS Medistra, Jakarta, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resmi pihak rumah sakit dan keluarga besar Martha Tilaar Group.
Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, rekan kerja, serta industri kecantikan yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Martha dikenal melalui kiprahnya dalam mengembangkan bisnis kecantikan lokal dengan memadukan ilmu kecantikan modern, bahan alami, dan pengetahuan tradisional Indonesia.
Berawal dari Salon Sederhana di Menteng
Lahir di Kebumen pada 4 September 1937, Martha Tilaar menempuh pendidikan di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta sebelum melanjutkan studi kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat, pada 1968. Pada 1984, ia menerima gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang Fashion and Artistry dari World University, Tucson, Arizona, Amerika Serikat.
Perjalanannya di industri kecantikan dimulai pada 1970, ketika ia membuka salon sederhana di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta. Berbekal ilmu kecantikan modern serta pengetahuan keluarga tentang jamu dan resep kecantikan Keraton Jawa, Martha mengembangkan pendekatan yang memadukan perawatan kecantikan dengan kekayaan alam dan budaya Indonesia.
Usaha yang berawal dari salon tersebut kemudian berkembang menjadi Martha Tilaar Group, kelompok usaha yang mencakup manufaktur dan pemasaran kosmetik serta jamu, pendidikan kecantikan, spa, dan distribusi. Melalui berbagai merek yang dikembangkannya, Martha turut membuka jalan bagi produk kecantikan lokal untuk tumbuh dan dikenal lebih luas.
Mengangkat Kekayaan Alam dan Budaya Indonesia
Bagi Martha, kecantikan tidak terlepas dari pengetahuan dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pemanfaatan bahan alami serta inspirasi dari budaya Indonesia menjadi bagian penting dalam perjalanan bisnisnya. Ia berupaya memperkenalkan kekayaan tersebut melalui produk dan layanan kecantikan yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Kontribusinya mendapat pengakuan melalui berbagai penghargaan. Pada 2008, ia menerima Women Entrepreneur of the Year dari Asia Pacific Entrepreneurship Awards. Empat tahun kemudian, ia dianugerahi gelar Perekayasa Utama Kehormatan dari BPPT dan penghargaan Ganesa Widya Jasa Utama dari Institut Teknologi Bandung.
Pada 2010, Martha juga menerima penghargaan The Outstanding Contribution 2000–2010 dari United Nations Global Compact atas komitmennya terhadap prinsip-prinsip organisasi tersebut. Pemerintah Indonesia kemudian menganugerahinya Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma pada 2016. Pada 2018, ia kembali mendapat pengakuan dari United Nations Global Compact melalui penghargaan SDG Pioneer 2018 atas kiprahnya dalam mendorong keberlanjutan melalui keterlibatan masyarakat.
Di luar dunia usaha, Martha turut memberi perhatian pada pelestarian budaya, pengembangan pengetahuan herbal Indonesia, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Melalui karya tulis serta berbagai kegiatan yang dijalaninya, ia berusaha membagikan pengetahuan sekaligus mendorong perempuan Indonesia untuk terus berkarya.
Warisan yang Diteruskan Generasi Berikutnya
Dalam kehidupan pribadi, Martha merupakan istri dari almarhum Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, tokoh pendidikan Indonesia, serta ibu dari empat anak, yaitu Bryan David Emil Tilaar, Pingkan Engelien Tilaar, Wulan Tilaar, dan Dr. Kilala Tilaar. Ia juga meninggalkan sembilan cucu.
Bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya, perjalanan Martha tidak hanya lekat dengan pencapaiannya sebagai pengusaha, tetapi juga ketekunan, keberanian, dan nilai-nilai yang ia tanamkan. Semangat tersebut menjadi bagian dari warisan yang akan diteruskan oleh keluarga dan Martha Tilaar Group.
Dalam pernyataan resminya, Martha Tilaar Group menyampaikan komitmen untuk melanjutkan semangat pendirinya dalam mengangkat kekayaan alam dan budaya Indonesia, mengembangkan potensi sumber daya manusia, serta membawa kecantikan Indonesia semakin dikenal di tingkat global.
Martha Tilaar berpulang dengan meninggalkan jejak panjang dalam perkembangan industri kecantikan nasional. Perjalanan yang dimulai dari sebuah salon sederhana di Menteng menjadi bagian dari sejarah tumbuhnya bisnis kecantikan lokal yang mengangkat identitas Indonesia.

Selamat jalan, Ibu Martha Tilaar. Karya dan dedikasinya akan terus dikenang melalui industri yang ikut ia bangun serta generasi yang terinspirasi oleh perjalanannya.
Jenazah disemayamkan di kediaman keluarga di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, dan dijadwalkan dimakamkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat.



