Kimpul, Umbi Lokal untuk Kesehatan dan Kecantikan

Tren makanan belakangan ini membuat bahan pangan lokal kembali mendapat perhatian. Salah satunya kimpul, umbi dari keluarga talas-talasan yang telah lama menjadi sumber pangan di wilayah tropis.
Secara ilmiah, kimpul dikenal sebagai Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott. Di beberapa negara, umbi ini dikenal dengan nama cocoyam, tannia, malanga, atau yautía. Setelah dimasak, teksturnya menjadi lembut dengan rasa yang cenderung gurih sehingga bisa digunakan sebagai alternatif kentang, singkong, atau ubi.
Sumber Karbohidrat dan Serat
Selain mudah diolah, kimpul mengandung karbohidrat, serat, serta sejumlah mineral seperti kalium, fosfor, dan magnesium. Umbi ini juga secara alami memiliki kandungan lemak yang rendah.
Kimpul juga mengandung pati yang sebagian dapat menjadi pati resisten. Jenis karbohidrat ini dapat difermentasi oleh bakteri di usus besar dan berpotensi mendukung kesehatan pencernaan.
Menurut ahli gizi terdaftar Beth Czerwony dari Cleveland Clinic, pati resisten dapat mendukung kesehatan mikrobioma usus. Meski demikian, kimpul tetap sebaiknya dilihat sebagai bagian dari pola makan yang beragam, bukan sebagai superfood dengan manfaat instan.
Bukan Bahan Ajaib untuk Kulit
Saat sebuah bahan makanan mulai populer, manfaatnya untuk kecantikan sering ikut dibicarakan. Namun, mengonsumsi kimpul tidak serta-merta membuat kulit menjadi lebih sehat atau terlihat glowing.
Kondisi kulit, rambut, dan kuku dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kecukupan berbagai zat gizi. Karena itu, kimpul sebaiknya dilihat sebagai salah satu sumber karbohidrat yang bisa melengkapi pola makan bersama sayuran, buah, protein, lemak sehat, dan cukup cairan.
Dengan begitu, kimpul menarik bukan karena dianggap sebagai makanan ajaib, melainkan karena bahan pangan lokal ini punya banyak kemungkinan untuk diolah dan dimasukkan ke dalam menu sehari-hari.
Popularitas kimpul kini juga didorong oleh media sosial. Umbi yang identik dengan makanan tradisional mulai digunakan dalam hidangan yang lebih familiar bagi generasi sekarang, termasuk sebagai pengganti kentang dalam berbagai resep.
Satu hal yang penting, kimpul harus dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Umbi ini dapat mengandung kristal kalsium oksalat yang menyebabkan rasa gatal atau iritasi pada mulut jika dimakan mentah atau kurang matang.
Kimpul menarik bukan hanya karena sedang tren, tetapi karena menunjukkan bahwa bahan pangan lokal yang sudah lama dikenal masih bisa diolah dengan cara baru dan lebih sesuai dengan selera masa kini.



