Kebiasaan Skandinavia untuk Menikmati Perjalanan Tanpa Terburu-buru

Menjaga suasana hati tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Hal-hal kecil yang dilakukan sepanjang hari, termasuk bagaimana meluangkan waktu untuk beristirahat dan menikmati lingkungan sekitar, juga bisa membuat perbedaan.
Dilansir dari Real Simple, ada beberapa tradisi dari kawasan Skandinavia yang bisa menjadi inspirasi untuk menjalani hari dengan lebih santai. Tiga di antaranya adalah hygge, friluftsliv, dan fika.
Hygge, Menikmati Kenyamanan di Rumah
Hygge merupakan konsep yang berasal dari Denmark dan Norwegia yang berkaitan dengan rasa nyaman, hangat, dan tenang. Penerapannya pun tidak harus selalu identik dengan lilin, selimut, atau dekorasi rumah.
Menurut Dr. David Rosmarin, Chief Scientist di Calm yang dikutip Real Simple, inti dari hygge adalah kemampuan menikmati kesenangan kecil yang sedang terjadi.
Membuat minuman hangat, membaca buku tanpa membuka ponsel, mendengarkan musik, atau makan malam bersama orang terdekat bisa menjadi bentuk hygge. Hal-hal sederhana tersebut memberi kesempatan untuk benar-benar beristirahat dan menikmati waktu di rumah.
Friluftsliv, Waktu di Luar Ruangan
Jika hygge banyak berkaitan dengan kenyamanan di dalam rumah, friluftsliv justru mengajak seseorang untuk lebih sering menghabiskan waktu di luar ruangan. Konsep dari Norwegia ini secara sederhana berarti ‘kehidupan di udara terbuka’.
Tidak perlu melakukan aktivitas yang berat untuk menerapkannya. Berjalan kaki sebentar, duduk di taman, minum kopi di balkon, atau sekadar keluar mencari udara segar sudah bisa menjadi bagian dari friluftsliv. Waktu di luar juga bisa menjadi kesempatan untuk mendapatkan cahaya alami dan bergerak setelah terlalu lama berada di dalam ruangan.
Fika, Jeda untuk Menikmati Momen
Fika berasal dari Swedia dan merujuk pada kebiasaan mengambil jeda untuk menikmati minuman, makanan ringan, dan percakapan. Lebih dari sekadar waktu minum kopi, fika menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari pekerjaan dan menikmati waktu tanpa terburu-buru.
Kebiasaan ini bisa dilakukan dengan cara sederhana. Menikmati teh tanpa membawa laptop ke meja makan, menyantap camilan sambil mengobrol, atau bertemu teman tanpa membahas pekerjaan sudah bisa menjadi bagian dari fika. Intinya adalah benar-benar meluangkan waktu untuk beristirahat dan menikmati kebersamaan.
Ketiga tradisi ini memiliki kesamaan, yaitu memberi ruang untuk menikmati hal-hal kecil tanpa merasa harus selalu produktif. Entah dengan membuat rumah terasa lebih nyaman, menghabiskan waktu di luar, atau sekadar mengambil jeda untuk mengobrol, kebiasaan kecil tersebut bisa menjadi cara sederhana untuk membuat keseharian terasa lebih seimbang.



