Trend Check

Panduan Lapangan Editorial Brow: Mengenal Alis Generasi Baru

Dari feathered yang disisir ke langit hingga bleached yang nyaris hilang — alis kini menjadi kanvas paling ekspresif di wajah. Kenali spesiesnya sebelum memilih.
Foto close-up mata dan alis seseorang, memperlihatkan helai alis yang tertata natural
Image 01 / 05Photograph courtesy of Unsplash.

Selama satu dekade terakhir, alis kita telah melalui perjalanan yang melelahkan: dari garis tipis era 2000-an, ke blok tebal penuh pomade, ke instagram brow dengan gradasi ombre yang presisi. Kini, di halaman-halaman editorial dan panggung peragaan, alis memasuki babak yang berbeda sama sekali — babak ketika tidak ada lagi satu bentuk yang benar.

Editorial brow, begitu dunia mode menyebutnya, bukanlah satu gaya melainkan satu sikap: alis diperlakukan sebagai elemen desain wajah, bukan kotak yang harus diisi. Anggap artikel ini sebagai panduan lapangan — peta untuk mengenali spesies-spesies alis baru yang kini berkeliaran dari runway hingga linimasa Anda.

Spesies Pertama: Feathered dan Brushed-Up

Yang paling mudah dikenali sekaligus paling mudah diadopsi: alis yang disisir ke atas hingga setiap helainya berdiri, lalu dikunci dengan gel atau soap brow. Efeknya instan — mata terlihat lebih terbuka, wajah lebih muda, dan keseluruhan tampilan terasa diurus tanpa terlihat dirias.

Versi salonnya adalah brow lamination, treatment yang melemaskan dan mengarahkan helai alis agar bertahan mengarah ke atas selama beberapa minggu. Bagi pemilik alis tipis atau tumbuh ke bawah, banyak brow artist menyebutnya pengubah permainan — meski perlu diingat bahwa treatment kimiawi apa pun sebaiknya diberi jeda pemulihan yang cukup.

Spesies Kedua: Bleached dan Nyaris Hilang

Di ujung spektrum yang paling berani, ada alis yang diputihkan hingga nyaris menyatu dengan kulit. Di runway, efeknya teatrikal: tanpa bingkai alis, tulang pipi dan mata mengambil alih seluruh perhatian, dan wajah terasa seperti kanvas futuristik.

Mari jujur: ini spesies yang hidup di habitat editorial, bukan di rapat Senin pagi. Tetapi turunannya yang lebih jinak mulai terlihat di kehidupan nyata — alis yang dicerahkan satu-dua tingkat agar tampak lebih lembut, atau sekadar dibiarkan tanpa pensil sama sekali. Semangatnya sama: melepaskan alis dari kewajiban menjadi tegas.

Spesies Ketiga: Skinny Brow yang Kembali

Ya, alis tipis era 90-an kembali mengintip — kali ini dengan kurva yang lebih lembut dan ujung yang membaur, bukan garis pensil sekeras dulu. Ia muncul bersama gelombang nostalgia 90-an yang lebih besar di mode. Saran hampir semua brow artist sama: jika ingin mencobanya, capai efeknya dengan teknik rias dan concealer, bukan pinset. Helai alis yang dicabut agresif tidak selalu kembali, dan tren enam bulan tidak layak dibayar dengan penyesalan enam tahun.

Memilih Spesies untuk Wajah Anda

Cara membacanya sederhana. Wajah dengan fitur lembut mendapat struktur dari alis brushed-up yang penuh. Fitur yang sudah tegas — rahang kuat, mata tajam — justru bisa bermain dengan alis yang lebih tipis atau lebih terang tanpa kehilangan karakter. Dan untuk rambut serta alis gelap khas Indonesia, gradasi adalah kuncinya: pangkal yang dibiarkan ringan, ujung yang dipertegas, agar hasilnya dalam tapi tidak keras.

Yang paling menyegarkan dari era editorial brow bukanlah gaya-gayanya, melainkan izin yang dibawanya: alis Anda boleh menjadi pernyataan, boleh juga menjadi bisikan. Setelah bertahun-tahun mengejar bentuk alis orang lain, mungkin inilah saatnya bertanya hal yang lebih menarik — alis Anda sendiri, jika dibiarkan bercerita, ingin mengatakan apa?

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.