Wait or Want

Cold Plunge, Tren Wellness yang Perlu Dipahami 

Berendam dalam air dingin semakin populer sebagai bagian dari rutinitas wellness. Di balik sensasi yang menantang, praktik ini disebut-sebut dapat membantu pemulihan otot hingga memperbaiki suasana hati. Namun, seberapa besar manfaatnya bagi tubuh?
Image 01 / 05.

Menjaga kebugaran kini tak hanya dilakukan melalui olahraga dan pola makan, tetapi juga dengan mencoba berbagai metode pemulihan tubuh. Salah satu yang menarik perhatian adalah terapi air dingin, yang banyak dibicarakan di kalangan atlet maupun penggemar wellness.

Praktik ini dikenal sebagai cold plunge, yaitu berendam dalam air bersuhu rendah selama beberapa menit, biasanya dilakukan di dalam bak khusus dengan suhu yang terkontrol.

Meski terlihat sederhana, paparan air dingin memicu sejumlah respons dalam tubuh. Lantas, apa saja manfaat yang bisa diperoleh dan hal yang perlu diperhatikan sebelum mencobanya?

Apa yang Terjadi Saat Tubuh Berendam dalam Air Dingin?

Cold plunge adalah praktik merendam tubuh dalam air bersuhu rendah selama waktu tertentu. Paparan dingin membuat pembuluh darah menyempit sementara dan dapat membantu mengurangi nyeri otot setelah aktivitas fisik yang berat.

Dilansir dari Cleveland Clinic, dr. Dominic King menjelaskan paparan air dingin dapat membuat pembuluh darah menyempit sementara. Respons ini membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan, sehingga berpotensi meredakan nyeri otot setelah aktivitas fisik yang berat.

Itulah sebabnya terapi air dingin cukup dikenal di dunia olahraga, terutama sebagai salah satu metode pemulihan setelah latihan intens.

Manfaat yang dibicarakan pun tidak berhenti pada pemulihan otot. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa berendam dalam air dingin berpotensi membantu meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, dan suasana hati. Ada pula temuan yang mengaitkannya dengan kualitas tidur yang lebih baik, terutama pada atlet olahraga ketahanan.

Semakin Dingin, Belum Tentu Semakin Baik

Sebagian orang menganggap kemampuan bertahan di air yang sangat dingin sebagai bagian dari tantangan cold plunge. Padahal, suhu yang terlalu rendah dan durasi berendam yang berlebihan justru dapat membahayakan tubuh.

Paparan dingin secara mendadak dapat memicu napas cepat yang sulit dikendalikan. Pembuluh darah yang menyempit juga bisa meningkatkan tekanan darah, sehingga jantung harus bekerja lebih keras. Jika tubuh terlalu lama terpapar air dingin, risiko hipotermia, mati rasa, serta gangguan pada kulit dan saraf juga meningkat.

Waktu pelaksanaan pun perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang rutin berolahraga. Berendam dalam air dingin setelah latihan kekuatan berpotensi menghambat sebagian proses adaptasi otot yang dibutuhkan untuk membangun massa otot jika dilakukan secara rutin.

Artinya, manfaat cold plunge bergantung pada tujuan penggunaannya. Metode yang membantu pemulihan setelah satu jenis aktivitas belum tentu memberikan hasil yang sama untuk tujuan kebugaran lainnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mencoba

Bagi yang tertarik mencoba cold plunge, Cleveland Clinic menyarankan pendekatan bertahap. Pemula dapat mempertimbangkan suhu air sekitar 10–15 derajat Celsius dengan durasi awal satu hingga dua menit. Waktu berendam sebaiknya tidak melebihi lima menit, dan tidak perlu memaksakan diri untuk bertahan lebih lama.

Jika mulai merasa pusing, sulit bernapas, atau mengalami ketidaknyamanan yang tidak biasa, segera keluar dari air dan hangatkan tubuh. Orang dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, serta mereka yang sedang hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba praktik ini.

Perlu diingat, berendam dalam air dingin juga berbeda dari mandi air dingin biasa. Saat melakukan cold plunge, sebagian besar tubuh terpapar air dingin secara bersamaan, sehingga respons tubuh dan risikonya dapat berbeda.

Wait or Want?

Cold plunge memiliki potensi manfaat, terutama untuk membantu pemulihan otot dalam kondisi tertentu. Namun, tidak semua klaim yang beredar memiliki bukti ilmiah yang kuat, dan praktik ini juga tidak cocok untuk semua orang.

Jika ingin mencobanya, pertimbangkan tujuan, kondisi kesehatan, serta cara pelaksanaannya. Tidak perlu mengikuti tren hanya karena banyak orang melakukannya. Untuk menjaga kebugaran, aktivitas fisik teratur, tidur yang cukup, dan waktu pemulihan tetap menjadi bagian penting dari rutinitas sehari-hari.

Cold plunge bisa menjadi pilihan tambahan bagi sebagian orang, tetapi bukan kebutuhan yang harus dipenuhi demi hidup lebih sehat.

The Bespoke Letter

Elevating Everyday Living

A premium, timeless media platform grounded in clinical expertise and woven with high-end lifestyle inspiration.

By subscribing you agree to receive editorial updates from Bespoke Beauty. Unsubscribe anytime.